Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Oktober 2014

Agar Ibu Bekerja Bisa Beri ASI Eksklusif, Ruang Laktasi Saja Belum Cukup

Ketiadaan ruang dan waktu yang cukup untuk mempompa air susu ibu (ASI) kerap menjadi kendala ibu bekerja untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Namun menurut Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), keberadaan ruang laktasi di tempat kerja saja tidak cukup.

"Ada ruang laktasi di tempat kerja itu bagus sekali. Tapi dengan adanya ruang laktasi saja belum cukup. Sebab masih ada ibu yang memiliki masalah dengan pemberian ASI eksklusif pada anaknya yang mana itu bukan karena ada atau tidaknya ruang laktasi," kata Ketua Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), Fransiska Mardiananingsih, IBCLC, ketika dihubungi detikHealth pada Selasa (28/10/2014).

Selain ruang laktasi, sambungnya, sebaiknya diberikan juga konseling menyusui untuk para ibu bekerja yang sedang menyusui. Nah, konseling ini bisa diberikan di klinik perusahaan.

"Di klinik perusahaan bisa berkonsultasi juga soal laktasi. Jadi kalau ada ibu bekerja yang ada masalah terkait pemberian ASInya bisa konsultasi dan bisa segera diselesaikan," lanjut Siska.

Perlukah pemberian waktu cuti hingga 6 bulan pada karyawati yang melahirkan agar pemberian ASI eksklusif bisa berjalan dengan baik? "Kalau cuti diperpanjang tapi ibu tidak termotivasi memberikan ASI eksklusif jadinya percuma juga," ucap Siska.

"Kalau di perusahaan cuma ada ruang laktasi saja, tidak otomatis menyelesaikan kalau ada masalah sebelum mendapatkan bantuan teknis," imbuh Siska.

Minggu, 02 September 2012

Bagaimana Membuat Status Gizi Balita Meningkat?

Puslitbang Gizi DepKes menemukan sebuah konsep bagaimana menanggulangi masalah kekurangan gizi pada balita. Puslitbang Gizi, Bogor, menyebutkan ada enam tahap dalam konsep yang diujicobakan melalui sebuah penelitian di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pertama, pengorganisasian masyarakat. Kedua, pelatihan. Ketiga, penimbangan balita. Keempat, penyuluhan gizi. Kelima, pemberian makanan tambahan. Dan keenam, penggalangan dana.

Tujuan dari penelitian itu adalah untuk menguji konsep tersebut, sehingga diharapkan dapat diperoleh suatu model pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi KEP (Kurang Energi Protein) pada balita. Kemudian bisa diimplementasikan ke daerah lainnya.

Uji coba dilakukan di enam desa dengan tiga kecamatan. Masing-masing desa diwakili oleh satu posyandu sebagai lokasi penelitian. Sedangkan sampel diambil oleh tokoh masyarakat yang menjadi pengurus pengentasan KEP, anak balita yang menderita KEP, dan ibu balita yang menderita KEP.

Sesuai dengan tahapan dalam konsep, awalnya dibentuk organisasi pengurus pengentasan KEP pada balita di enam desa tersebut. Pengurus di masing-masing desa terdiri dari lima orang yang mewakili beberapa unsur dalam masyarakat, mulai dari tokoh agama sampai pamong desa. Kemudian dilakukan pelatihan kepada para pengurus tersebut, yang meliputi pengetahuan gizi, penyuluhan gizi, penyelenggaraan PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dan bagaimana cara menggalang dana untuk pengadaan PMT.

Setelah para pengurus terjun ke lapangan, dilakukanlah evaluasi hasil. Caranya dengan menimbang anak balita secara berkesinambungan setiap bulannya, selama tiga bulan. Pada awal penelitian ditemukan 87 anak balita yang menderita KEP. Kemudian semua anak balita yang menjadi sampel penelitian ini diberi makanan tambahan setiap harinya, selama tiga bulan.

Makanan tambahan dibuat oleh pengurus secara bergantian dan diberikan kepada anak serta dimakannya di rumah kader. Bila ada balita tidak datang, makanan tersebut diantar ke rumah balita yang bersangkutan oleh kader. Makanan tambahan tersebut bisa berupa bubur, kolak atau nasi dengan lauk-pauk, atau kue-kue. Yang penting asupan energi dan proteinnya per porsi mencapai 300-400 kalori dan 3.5-10 gram protein.

Pelaksanaannya sendiri bervariasi. Ada desa yang bisa menyelenggarakan 10 hari berturut-turut dan dilanjutkan dengan tiga hari sekali. Ada juga yang menyelenggarakan dua hari sekali. Sedangkan yang lainnya, dua kali seminggu dan sekali seminggu.

Ketika pemberian makanan tambahan dilakukan, pengurus harus memberikan pula penyuluhan gizi kepada ibu balita agar ada kesinambungan setelah program ini selesai.

Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa konsep ini bisa meningkatkan status gizi balita dengan tingkat keberhasilan 50%, bahkan lebih. Buktinya, pada awal penelitian terdapat 90.6% anak dengan status gizi kurang dan 9.4% anak dengan status gizi buruk. Pada akhir penelitian tidak ada lagi anak balita dengan status gizi buruk, sedangkan balita dengan status gizi kurang turun menjadi 45.3%.

Kamis, 19 Juni 2008

Saat Bayi Anda Kolik

KOLIK (colic), sebuah serangan sakit perut yang membuat si kecil menangis karena menyakitkan tentu saja dapat membuat para ibu muda cemas dan frustasi. Para dokter dari The American Academy of Family memberikan penjelasan saat bayi kecil Anda mengalami tanda-tanda ini:

  • Kolik tidak berarti bayi Anda tidak sehat. Penyebab persisnya tidak diketahui.
  • Jangan merasa bersalah. Anda tidak melakukan apa-apa yang menyebabkan bayi Anda demikian.
  • Kolik pada umumnya terjadi pada bayi usia tiga bulan dan nyaris tidak pernah terjadi lebih dari 6 bulan.
  • Tidak salah bila Anda memberi perhatian ekstra pada bayi Anda saat hal ini terjadi. Jangan khawatir kalau Anda dianggap memanjakan bayi.
  • Ada banyak cara untuk menenangkan bayi Anda. Coba lakukan hal yang berbeda sampai Anda menemukan cara bagaimana menenangkan bayi seperti memberi makan, mengayun-ayunnya di kursi, membaringkan pada posisi yang nyaman.

Agar Mandi Menyenangkan Buat Bayi

"JADIKANLAH mandi sebagai momentum yang dapat dinikmati oleh ibu dan bayinya. Yang terpenting, ibu harus merasa senang mengerjakannya dan tidak tegang. Juga, tidak terburu-buru saat memandikan," jelas Soraya Richard, direktur PT Lembanindo Tirta Anugrah yang memproduksi produk-produk Le Monde.

Selain bermanfaat untuk menjaga kebersihan tubuh si bayi, sebetulnya memandikan bayi bermakna kasih sayang pula. Karena di sana ada sentuhan ibu. Ibu juga bisa sambil bersandung atau mengajaknya bermain. Suasana tersebut sangat menyenangkan buat si bayi. "Meski bayi belum bisa mengutarakannya, namun akan terpancar dari keceriaan di wajahnya," terang Soraya.

Itulah sebabnya, si bayi, terutama yang sudah bisa duduk, akan senang sekali berada di bak mandinya dan tak mau diangkat. Apalagi, jika sudah suka sesuatu, anak kecil akan marah dan menangis jika merasa terganggu. Ibu harus mengerti, jika sudah mandi bersih, biarkan ia main air sebentar. Tentu saja tak berlama-lama karena si kecil bisa kedinginan dan sakit.

Sepanjang tak kelewat lama, tak perlu cemas ia masuk angin. "Itu lebih tergantung dari faktor air, kondisi udara, dan keadaan si anak sendiri. Apakah ia sehat atau sedang sakit. Kalau ia sehat, air tak kelewat dingin, udara cerah, tak masalah jika anak mandi agak sedikit lama dalam bak mandinya."

SARANA PENDUKUNG

Nah, untuk menciptakan suasana mandi yang menyenangkan, siapkan aneka perlengkapan mandinya. Antara lain seperti yang terlihat pada gambar-gambar dibawah ini.

- Alat Bantu Penyangga Tubuh Bayi

Biasanya kala memandikan, ibu menggunakan satu tangan untuk menyangga punggung bayi dan tangan lain bergerak kian kemari: mengambil sabun dan sampo, membasuh, dan membilas badan bayi. Hal yang dikhawatirkan bisa saja terjadi. Karena tangan ibu licin, membuat pegangan bayi terpeleset dan terlepas sehingga tercebur ke dalam bak. Apalagi umumnya ibu yang baru belajar memandikan bayi biasanya tegang.

Untuk antisipasinya, bayi bisa ditaruh pada sandaran mandi yang diletakkan dalam bak mandi. Kedua tangan ibu bisa leluasa dalam bergerak. Posisi bayi pun aman, karena ukuran sandaran dibuat pas sesuai dengan tubuhnya dan tidak bisa bergeser meski si bayi bergerak menendang-nendangkan kakinya. Alat penyangga tubuh bayi ini bisa digunakan dari bayi lahir sampai sekitar usia 3 bulanan.

- Waslap dan Handuk

Waslap sebetulnya tidak terlalu banyak diperlukan, mungkin 2-3 buah sudah cukup. Digunakan untuk memudahkan menggosokkan badan bayi. Masukkan sabun dalam waslap, lalu usap-usapkan ke tubuh bayi.

Handuk diperlukan untuk membungkus tubuh bayi setelah diangkat dari bak mandi. Sesuaikan ukurannya dengna tubuh bayi. Agar ia tak kedinginan, bisa juga dipilih handuk yang dilengkapi penutup kepala.

- Sampo dan Sabun Khusus Bayi

Jangan salah, lo, trauma mandi bisa terjadi karena penggunaan sabun dan sampo. Misalnya sampai terkena pada matanya dan si bayi merasa pedih. Pilih sampo khusus bayi, begitu pula dengan sabun. Kadang ada juga orang tua yang menambahkan baby oil dalam air di bak mandi untuk melembutkan kulit bayi. Setelah mandi dengan bersih, jangan lupa bilas tubuhnya dengan air bersih.

- Bak Mandi

Untuk ibu yang baru melahirkan tentunya akan lebih mudah memandikan bayi dalam posisi berdiri dibandingkan harus berjongkok. Karena itu bisa dipilih bak mandi yang mempunya besi penyangga. Posisi ibu yang nyaman akan membuat ibu tak terburu-buru saat memandikan bayi.

Bila usia bayi sudah agak besar dan sudah bisa duduk, bak mandi bisa ditaruh di lantai tanpa menggunakan besi penyangga. Posisi ibu bisa berjongkok. Hendaknya bak mandi tidak diisi air terlalu penuh untuk menghindari si bayi terpeleset dari tangan ibu dan tenggelam di bak mandi. Pengalaman bayi "tercebur" ini bisa berdampak kelak ia takut air. Selain itu, gunakan air yang tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas.

- Mainan

Banyak sekali macam mainan untuk di air. Ada yang berbentuk binatang, boneka, dengan aneka warna menarik. Umumnya terbuat dari plastik, karet, dan spons. Mainan dari bahan spons ini sebetulnya bisa juga sebagai pengganti waslap, asalkan bahannya halus agar tubuh bayi tak tergores.

Mainan dari bahan spons ini bisa melatih motorik kasar bayi untuk menggenggam. Akan menyenangkan baginya melihat air keluar saat ia memeras spons. Biasanya mainan air digunakan ketika bayi sudah mulai mengerti, yaitu sekitar usia 3 bulanan atau sudah mulai duduk. Sebelumnya, mungkin orang tua hanya mengenalkannya saja dengan memegang dan memperlihatkannya pada si bayi. "Tujuan mainan ini sebetulnya sebagai penunjang agar membuatnya merasa senang saat mandi. Tapi yang lebih penting, tampilkan wajah gembira saat memandikannya. Ajak ia berbicara atau bersenandung."

Suplemen Serat Buat Anak

Bisa diberikan pada anak yang tak suka sayur dan buah. Selain memenuhi kebutuhan sayur, juga bermanfaat untuk merangsang nafsu makan anak.

DI PASARAN kini banyak beredar makanan-makanan suplemen serat. Bahkan, yang untuk anak. "Sebetulnya, sekitar tahun 95-an sudah ada suplemen serat buat anak di Indonesia, yaitu dalam bentuk ekstrak sayur dan buah. Tapi, karena krismon, produk tersebut menghilang dari pasaran. Mungkin karena barang impor, harganya mahal," papar dr. Mariani Leman, Division Sales Manager Healthfood Pharos Indonesia.

Waktu itu, lanjutnya, suplemen serat tersebut masih berupa gabungan antara sayur dan buah. Namun kini, suplemen serat yang diimpor sudah terpisah-pisah. Ada yang serat dari ekstrak sayur, ada pula yang serat dari ekstrak buah. Sebab, dari hasil penelitian di Amerika, masing-masing punya fungsi sendiri-sendiri.

"Kalau digabung, malah bertolak belakang karena sayur berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh atau membangun perkembangan dan pertumbuhan, sedangkan buah berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa metabolisme."

Cara Pemberian

Lebih jauh dijelaskan Mariani, waktu mengkonsumsi sayur dan buah berhubungan dengan keseimbangan asam-basa dalam tubuh. "Pagi hari, tubuh bersifat basa, hingga lebih bagus diberikan suplemen serat buah yang bersifat asam. Namun sore atau setelah siang, kondisi tubuh sudah bersifat asam, maka harus mengkonsumsi sayur yang sifatnya basa. Dengan demikian, reaksi kimianya jadi netral." Itu sebab, tambahnya, suplemen serat dikonsumsi dua kali sehari: pagi yang buah sebelum makan dan malam yang sayur setelah makan.

"Ini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Bukankah membangun sel-sel tubuh lebih bagus di waktu malam? Sebab, dengan tidur dan beristirahat, metabolisme pun berjalan lebih optimal."

Menurut Mariani, suplemen serat dari sayur dan buah buat anak dianjurkan diberikan setelah anak usia setahun. Pemberiannya sehari sekali, baik buah maupun sayur, bila si anak berusia 1-5 tahun. Sementara untuk anak usia lebih dari 5 tahun, pemberian dalam sehari antara 1-2 kapsul. Jadi, boleh langsung 2-2 atau 1-1, tergantung kondisi tubuh si anak. Maksudnya,

"Bila di musim hujan dan teman-teman si anak banyak yang batuk-pilek hingga si anak perlu daya tahan tubuh yang bagus, maka dosisnya boleh 2 dalam sekali makan untuk masing-masing suplemen tersebut. Tapi kalau sehari-hari tak ada apa-apa, maka sehari sekali juga cukup."

Dalam kondisi sakit pun, suplemen serat boleh diberikan. Tak masalah jika si kecil juga harus minum obat yang diresepkan dokter. "Cuma dianjurkan minum obatnya diberi selang waktu minimal 3-4 jam."

Misal, suplemen serat buah diminum pagi sebelum makan. Setelah itu, setengah jam kemudian makan dan dua jam kemudian minum obat dari dokter. Sementara yang suplemen serat sayur, "Biasanya untuk anak kecil itu, kan, makannya sore. Nah, setelah makan boleh diberikan suplemennya. Sedangkan obat dokternya diminum sebelum si anak tidur."

Fungsinya

Pemberian suplemen serat sayur untuk anak, tutur Mariani, bertujuan mencukupi kebutuhan sayur pada anak. "Terutama anak-anak yang tak suka makan sayur." Selain itu, tambahnya, suplemen serat ini juga bisa merangsang nafsu makan dan membuat anak jadi lebih sehat karena kebutuhan seratnya terpenuhi. Juga vitamin dan mineralnya.

Jikapun selera makan anak sudah bagus, maka pemberian suplemen serat sayur lebih untuk mencukupi kebutuhan sayurnya. Bagaimana kalau si kecil sudah makan sayur? "Enggak apa-apa juga, kok, karena fungsi tiap sayur berbeda-beda. Paling dalam makanan anak hanya ada dua-tiga macam sayur atau bahkan cuma semacam. Sementara dalam suplemen serat sayur, jenis sayurnya bisa sampai 21 macam, lo."

Nah, dengan sayuran/buah yang banyak ini, yang fungsinya berbeda-beda, maka manfaatnya pun beragam. Misal, sayur parsley, seledri air, dan asparagus juga berfungsi sebagai anti alergi. "Jadi, tidak akan timbul alergi." Sementara suplemen serat buah berfungsi menambah daya tahan tubuh anak. "Biasanya anak yang sering batuk-pilek dan demam, kita anjurkan minum suplemen yang buah." Selain itu, juga dapat membantu memperlancar pencernaan dan buang air besar karena ada enzim bromelain dari buah nanas dan enzim papain dari pepaya.

Ekstrak Sayur/Buah Alami

Tentunya, papar Mariani lebih lanjut, tujuan pemberian suplemen serat pada anak bisa tercapai hanya bila suplemen tersebut terbuat dari betul-betul ekstrak sayur/buah alamiah. Itu sebab, bentuknya biasanya bukan tablet isap manis atau sirup yang ada pelarut, pemanis, maupun zat pengawetnya, tapi berupa kapsul. "Jadi, buah atau sayur alami ini diekstrak pada suhu dingin sampai menjadi bubuk, lalu dimasukkan ke kapsul. Tentunya dengan proses dan cara canggih yang dilakukan di Amerika dan bahan-bahannya pun diambil dari perkebunan khusus yang tak ada pestisida dan segala macamnya. Bahkan produk suplemen serat sayur dan buah untuk anak juga sudah diakui oleh FDA di sana. Artinya ini, sesuai dengan kebutuhan serat per hari yang proporsional dalam tubuh dan dilengkapi dengan vitamin, mineral dan unsur-unsur phytonutrient dari buah dan sayur."

Karena terbuat dari ekstrak sayur/buah alami, menurut Mariani, maka sama saja dengan makan sayur/buah yang alamiah. Apalagi, rasanya pun, ya, rasa sayur/buah. Memang, diakuinya, makanan yang asli lebih bagus daripada suplemen. Tapi, seperti sudah diuraikan di atas, tak semua anak suka makan sayur. Selain itu, tujuan pemberian suplemen serat untuk mencukupi kebutuhan serat. Sementara anak, dalam makanannya paling hanya terdapat satu atau dua macam sayur. Nah, dengan mengkonsumsi suplemen serat sayur dan buah, maka kebutuhan serat, vitamin dan mineral pada anak dapat terpenuhi.

Bahwa anak balita belum bisa minum kapsul, "Tak masalah," ujar Mariani seraya melanjutkan, "Bukankah kapsul bisa dibuka dan diambil isinya? Pemberiannya bisa dicampur madu, sirup atau air gula. Bahkan, dicampur dengan susu pun boleh. Tapi untuk yang sayur, sebaiknya tak dicampur karena bau sayurnya, hingga nanti malah anak tak suka dengan susunya."

Akibat Kekurangan Dan Kelebihan Serat

Sebetulnya, terang dr. Sri Nasar, Sp.A(K) dari Subbagian Nutrisi dan Metabolik FKUI, Jakarta, serat termasuk jenis karbohidrat yang tak dicerna di usus halus, melainkan di usus besar. Volumenya besar dan menjadi lebih besar karena menyerap air hingga membuat usus teregang dan akan merangsang usus untuk bergerak. Itulah mengapa, kalau anak kekurangan konsumsi serat, pergerakan usus tak dirangsang. Akibatnya, seringkali BAB pada anak kurang lancar alias susah BAB. Normalnya BAB itu sehari sekali. Tapi kalau kurang serat, bisa jadi BAB terkadang beberapa hari atau bahkan sampai seminggu sekali."

Namun sebaliknya, karena serat bersifat menyerap air, jadi kalau terlalu banyak serat dalam usus besar, maka dibutuhkan air lebih banyak. Kalau tidak, anak pun tak bisa BAB, karena kotorannya jadi keras atau padat, bahkan terkadang bisa terjadi sumbatan. "Jadi, kekurangan atau kebanyakan serat akibatnya bisa sama, anak susah BAB." Saran Sri, segala sesuatu sebaiknya yang wajar saja.

Selain itu, serat di dalam usus besar akan dihancurkan oleh bakteri dan pada akhirnya membentuk gas. "Jadi, kalau anak kebanyakan makan serat akan membentuk banyak gas. Anak bisa kembung dan rasanya jadi tak enak." Jeleknya lagi, kebanyakan serat membuat anak jadi kenyang duluan, hingga makanan wajib lainnya tak dimakan. Akibatnya, kebutuhan nutrisinya tak terpenuhi. Apalagi kalau anak juga kurang gizi. "Lain halnya kalau anak kegemukan, mungkin tak apa-apa."

Yang Alami Lebih Baik

Menurut Sri, bagaimanapun, serat yang langsung berasal dari makanan alami ini akan lebih baik. Sebab, suplemen serat tetap tak mungkin sama dengan serat alami. "Mungkin saja kandungan zat gizinya tetap sama. Itu pun kalau betul-betul dibuat dari ekstrak zat itu sendiri, misal, jus buah atau sayur. Bukan yang buatan pabrik dari buah/sayur ataupun yang dibuat secara reaksi kimia atau sintetis."

Sebab, tentunya tetap akan berbeda rasanya, makan wortel asli dengan makan kapsul suplemen wortel. "Wortel harus dikunyah, anak bisa merasakan dengan menggigitnya dan ada rasa wortelnya, sedangkan suplemen tak bisa menyamainya. Jadi, dalam hal yang nonnutrisi, seperti rasa serta aroma, tekstur, dan konsistensi, tetap tak bisa disamai."

Memang, diakui Sri, suplemen serat bisa saja untuk menggantikan serat dari makanan, tapi tak bisa menggantikan sepenuhnya fungsi sayur dan buah. Pasalnya, di dalam sayur dan buah bukan hanya ada serat, tapi juga vitamin dan sedikit kalori. Jangan lupa, makanan untuk anak yang paling utama harus merupakan gizi seimbang.

Lagi pula, seperti diungkap tadi, dengan memakan secara alami, misal, apel atau mangga, anak akan tahu rasanya apel dan mangga. Jadi, dapat memperkaya khasanah selera anak. "Karena satu hal inilah yang tak bisa digantikan. Hingga, bila kita tak membina pengembangan alat perasa pada anak, akibatnya anak tak tahu rasa apel, mangga, dan lainnya."

Cegah Hepatitis B Kronik Sejak Bayi

PEMBERIAN vaksin bagi bayi pada awal masa kehidupannya sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya. Salah satu yang paling penting untuk diberikan adalah vaksinasi hepatitis B.

Menurut Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dr Unggul Budihusodo Sp.PD-KGEH, pemberian vaksin hepatitis B bagi bayi menjadi penting karena penularan yang sering terjadi adalah melalui jalan lahir dari ibu yang menderita hepatitis B atau disebut dengan penularan vertikal. Penularan ini lebih membahayakan karena pada saat dewasa nanti si bayi dapat menderita hepatitis kronik.

"Dari pengidap hepatitis kronik yang ada di masyarakat, sekitar 90 persen di antaranya mengalami infeksi saat masih bayi. Infeksi dari ibu yang mengidap virus hepatitis bisa terjadi sejak masa persalinan hingga bayi mencapai usia balita," ungkap dr Unggul di Jakarta, Selasa (17/6) kemarin.

Ia menjelaskan, infeksi sangat mungkin terjadi karena saat melahirkan jalan lahir ibu terluka dan berdarah sehingga mempermudah kontaminasi darah terhadap kulit bayi yang rentan gesekan persalinan. Selain itu, infeksi juga bisa terjadi saat ibu menyusui, di mana luka pada puting ibu menjadi jalan mudah masuknya virus.

"Penularan virus hepatitis B pada bayi bukan didapat dari darah bayi yang terhubung kepada ibu melalui plasenta bayi atau dari air susu ibu, tapi bisa terjadi saat persalinan atau juga ketika menyusui karena terjadi kontak antara luka kecil pada puting susu ibu dan mulut bayi," terangnya.

Untuk mencegah penularan ini, setiap bayi diwajibkan mendapat vaksin hepatitis B pada usia 0-7 hari. Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan ibu yang berisiko tinggi dengan melakukan vaksinasi saat kehamilan.

"Yang perlu ditekankan, untuk ibu hamil yang positif mengidap virus, selain vaksinasi aktif, sang bayi juga wajib mendapatkan imunisasi pasif dengan pemberian serum. Dengan pemberian vaksinasi pasif (imunoglobulin) maka tubuh bayi sudah langsung mempunyai kekebalan terhadap infeksi hepatitis B dari ibunya saat melahirkan," ujarnya.

Unggul mengingatkan pula pentingnya pencegahan hepatitis B sejak dini karena penyakit ini tidak memberikan keluhan dan gejala. Keadaan ini jelas membahayakan karena anak-anak bisa terlihat sehat, padahal di dalam tubuhnya mengandung virus hepatitis B yang akan berjalan progresif menahun dan menjadi kronis ketika mereka dewasa. "Bila sudah kronis, baru akan memberikan gejala, antara lain lemah, kurang nafsu makan, mual, muntah, nyeri tulang, kulit badan dan mata kuning, serta perubahan warna urine yang mencolok," tuturnya.

Selasa, 10 Juni 2008

Kanker Payudara Kian Mengancam

KANKER payudara tampaknya makin menakutkan saja bagi para wanita. Mereka yang berpotensi mengalami penyakit ini diprediksikan akan terus meningkat. Bila tidak ada perbaikan signifikan dari faktor gaya hidup dan kemajuan teknik pengobatan, para ahli memperkirakan pada tahun 2024 nanti satu dari tujuh wanita akan terkena kanker payudara.

Proyeksi bakal meningkatnya jumlah penderita kanker payudara diungkap sebuah riset terbaru para ahli dari Genesis Breast Cancer Prevention Centre di Manchester, Inggris. Riset menyebutkan, faktor gaya hidup menjadi kunci dalam perkembangan kanker ini. Penelitian juga menyatakan, risiko para wanita yang membawa sejenis gen pemicu kanker payudara di Inggris telah meningkat secara dramatis dalam 60 tahun terakhir.

Di Inggris, saat ini diproyeksikan satu dari 10 wanita mengalami penyakit kanker payudara menjelang usia 80 tahun. Peneliti memperkirakan proyeksi ini akan meningkat menjadi satu dari tujuh wanita mengalami kanker dalam 16 tahun mendatang.

Untuk menekan pertumbuhan risiko kanker payudara, pimpinan riset Professor Gareth Evans menyarankan para wanita untuk menikah lebih awal serta mengindari penggunaan obat-obat hormon dan kontrasepsi dalam jangka panjang. Para ahli juga menganjurkan para wanita lebih rajin berolahraga dan menerapkan pola diet yang sehat.

Dalam risetnya, Evans melibatkan 1.442 wanita yang memiliki gen-gen pemicu kanker payudara, yakni BRCA1 dan BRCA2. Sekitar satu dari 500 orang diyakini memiliki gen yang telah bermutasi yang meningkatkan risiko kanker payudara hingga 85-90 persen.

"Peningkatan kasus kanker payudara ini terefleksi dalam populasi secara umum. Pada 1984 hanya satu dari 13 wanita diproyeksikan mengalami kanker payudara dalam hidupnya. Pada 2004, angkanya mencapai satu dalam 10, dan jika rata-rata ini meningkat diprediksikan pada 2024 nanti satu dari tujuh wanita di Inggris akan mengalami kanker payudara menjelang 80 tahun.

"Ini dapat diartikan bahwa akan ada tambahan korban 4.000 orang yang meninggal bila tidak ada perbaikan signifikan dalam hal pengobatan," ujar Evans yang juga memublikasikan risetnya dalam BMC Cancer Journal.

39,6 Persen Kekerasan Pada Anak Dilakukan Guru

Selama Januari hingga April 2008, jumlah kasus kekerasan terhadap anak berusia 0-18 tahun di Indonesia, terdata 95 kasus. Dari jumlah itu, persentase tertinggi, yaitu 39,6 persen diantaranya, dilakukan oleh guru.

"Mayoritas kekerasan yang dilakukan oleh tenaga pendidik ini adalah tindak percabulan, " ujar Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno, saat ditemui usai acara seminar di Universitas Muhammadiyah Magelang, Kamis (5/6).

Data ini didapatkan dari hasil laporan masyarakat serta pemberitaan yang muncul di media. Selain percabulan, tindakan lain yang menonjol adalah kekerasan fisik seperti memukul. Tahun lalu, kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru di Jawa Barat, bahkan m enyebabkan salah seorang muridnya tewas.

Dari data yang diperoleh, menurut Hadi, angka kekerasan yang dilakukan oleh guru, terlihat meningkat drastis. Sebab, pada tahun 2007, persentase kekerasan dari tenaga pendidik tersebut hanya mencapai 11,3 persen. Namun, dalam pantauan selama dua tahun ter akhir tersebut, korban terbanyak selalu berasal dari siswa SD dan SMP.

Dengan perkembangan kasus ini, diharapkan masyarakat terutama para orangtua murid dapat meningkatkan kewaspadaan dan lebih memperhatikan kegiatan belajar putra-putrinya. "Sebab, kenyataan yang terlihat dari kasus-kasus kekerasan itu membuktikan bahwa sekolah tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi anak-anak, " ujarnya.

Hadi mengatakan, penyebab terjadinya tindak kekerasan oleh para guru tersebut, perlu diteliti lebih lanjut. Dimungkinkan, hal ini terjadi karena beban pekerjaan guru semakin berat dan tingkat stres yang dialami semakin tinggi. Dengan kondisi ini, mereka p un akhirnya lupa pada norma-norma dasar dan tugas utama melindungi murid.

Namun, bisa jadi, kasus ini sekaligus mengindikasikan bahwa tingkat pengawasan yang dilakukan oleh para kepala sekolah, orangtua murid, dan masyarakat sekitar sekolah, semakin lemah, paparnya. Angka kekerasan ini bisa akan terlihat mencapai puncaknya pada bulan Juni dan Juli. Pola ini pun, perlu diteliti lebih lanjut.

Berdasarkan lokasi kejadian, 29,6 persen kasus kekerasan yang dialami anak-anak terjadi di Jawa Barat dan 16,3 persen di Banten. Selain guru, pelaku kekerasan lainnya berada pada nomor urut kedua terbanyak adalah, sesama anak, 15,4 persen, dan aparat ata u oknum 12 persen.

Mengacu pada kondisi tersebut, Hadi mengatakan, diperlukan serangkaian langkah untuk menyelamatkan anak-anak. Dalam hal ini, pemerintah harus rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang hak-hak anak, memberikan hukuman yang berat bagi pelaku kej ahatan terhadap anak-anak, dan menerapkan kebijakan perencanaan pembangunan berbasis anak.

Selain itu, perguruan tinggi diharapkan pula berperan serta dengan melakukan pengkajian tentang hak anak dan perlindungannya. Di berbagai lembaga pendidikan mulai dari SD hingga SMA, diperlukan pula adanya model pembelajaran alternatif untuk membantu anak -anak bermasalah.

Susu Sapi, Ya Buat Anak Sapi!

DOKTER Anak dr. Attila Dewanti, Sp.A mengingatkan para ibu akan pentingnya Air Susu Ibu (ASI). Apalagi, ditengah kondisi lingkungan yang semakin tak bersahabat dengan kesehatan, ASI akan memberikan kekebalan pada tubuh anak. Manfaatnya, anak tidak akan rentan terhadap berbagai macam penyakit, kata dr. Attila, jangan buru-buru memutuskan memberikan susu sapi pada anak Anda.

"Anak kita anak manusia kan, Bu? Ya kalau anak manusia, dikasihnya ya susu yang juga berasal dari manusia, yaitu ASI. Kalau susu sapi, ya buat anak sapi. Betul kan? Tidak ada yang lebih baik dari ASI, walaupun anak kita diberikan susu formula yang paling mahal sekalipun," terang Attila dihadapan puluhan ibu, dalam seminar Pengaruh Global Warming Terhadap Kesehatan Anak, di Jakarta, Sabtu (7/6).

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran UI itu kemudian memaparkan, ASI ekslusif harus diberikan bagi bayi selama 6 bulan pertama tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, ataupun air putih. "Juga tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Setelah 6 bulan, baru mulai diberikan makanan pendamping ASI," lanjut dia.

Perbedaan susu pada ASI dan susu sapi, terletak pada kadar kandungan lemak, protein dan laktosanya. Kandungan ketiganya, lebih besar terkandung pada ASI dan akan mendukung ketahanan tubuh anak terhadap penyakit. Termasuk, akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Keuntungan psikologis pemberian ASI pada anak, akan menimbulkan ikatan emosional (emotional binding) antara ibu dan anak.

"Hubungan ibu dan bayi lebih erat dan penuh kasih sayang, ibu merasa lebih bahagia, bayi lebih jarang menangis, ibu berperilaku lebih peka dan lebih jarang menyiksa bayi. Untuk perkembangannya, anak akan menunjukkan uji kepintaran yang lebih baik," ujar Attila lagi.

Saranpun disampaikan Attila, untuk melindungi kesehatan dan menjaga tumbuh kembang anak secara baik di lingkungan yang semakin rentan penyakit. Diantaranya, seperti telah dipaparkannya yaitu pemberian ASI eksklusif, memberikan makanan dengan gizi seimbang dan imunisasi yang lengkap sejak baru lahir hingga dewasa.

"Pesan saya, kenali perubahan pada lingkungan kita. Karena selain genetik dan nutrisi, lingkungan juga akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak," kata Attila.

Anak Susah Makan? Jangan-jangan Trauma

SEORANG ibu muda, Dini, bingung. Putri bungsunya yang berusia 6 tahun berat badannya tidak pernah melewati angka 11 kilogram. Untuk anak seumur putrinya, ia melihat anaknya terlihat kurus dibanding teman-teman seusianya.

"Padahal, waktu lahir beratnya 3,3 kg, tergolong berat. Pas besar, kok badannya kecil dan pertumbuhan berat badannya segitu-gitu aja. Memang sih, dia susah makan dan pernah menjalani operasi usus. Saya coba berbagai cara untuk konsultasi dengan dokter, agar dia nggak susah makan, tapi belum ada hasilnya. Apa yang harus saya lakukan?" demikian curhat Dini, pada sebuah seminar tentang anak, di Jakarta, Sabtu (7/6).

Menanggapi pertanyaan dini, dokter anak yang hadir pada seminar tersebut, dr. Attila Dewanti Sp.A menyarankan agar dini melacak riwayat yang dimiliki anaknya. Attila mengatakan, salah satu faktor yang bisa menyebabkan anak susah makan, salah satunya adalah trauma.

Trauma seperti apa yang dimaksud? "Misalnya begini. Ada orang tua yang ingin asupan gizi anaknya baik, kemudian dikasih makan campuran ati, ikan, otak sapi, segala macam dicampur, karena yakin ini makanan paling sehat buat anak. Dan lupa untuk mencicipi, enak apa nggak ya rasanya? Ketika dirasakan anak makanan itu tidak enak dia (si anak) menjadi trauma dengan makanan. Jadi, sebaiknya sebelum memberikan makanan pada enak dicicipi dulu, enak atau tidak, jangan main kasih saja," jawab Attila.

Trauma lainnya, bisa juga disebabkan pada cara memberikan makan. Attila menjelaskan, ibu ataupun pengasuh anak terkadang tidak cukup memiliki kesabaran dalam memberikan makan pada anaknya. Akibatnya, seringkali anak dipaksa untuk membuka mulutnya dan menerima makanan yang disuapkan kepadanya.

"Mungkin saja, tanpa sepengetahuan ibu, pengasuh anak yang memberikan makan sedikit memaksa. Sehingga, ketika saat makan tiba si anak justru trauma karena pemaksaan itu. Kadang-kadang kita kan suka gemes ya, ih ni anak makan aja susah, terus dipaksa itu sendok masuk ke mulutnya. Jangan sampai seperti itu. Ciptakanlah suasana makan yang menyenangkan. Si anak jadinya senang saat waktu makan tiba. Atau bisa juga konsultasi ke psikolog, apa yang menyebabkan anak malas makan. Intinya, jangan dipaksa," kata Attila.

Saran dari Attila lainnya, perhatikan pola makan anak sejak bayi. Mulai usia 4-6 bulan, anak harus dikenalkan cara makan. Usia 6 bulan, diajarkan cara mengunyah dengan baik. "Jadi, makan itu ada tahapannya, lunak dulu, kemudian dua bulan berikutnya makan makanan yang padat tapi agak cair kemudian baru makan nasi. Sabar dengan tahapan-tahapan itu, jangan maunya cepet aja," ujar dia.

Boom! Autisme Terus Meningkat

PERKEMBANGAN autisme yang terjadi sekarang ini kian mengkhawatirkan. Mulai dari tahun 1990-an, terjadi boom autisme. Anak-anak yang mengalami gangguan autistik makin bertambah dari tahun ke tahun.

Di Amerika Serikat saat ini perbandingan antara anak normal dan autis 1:150, di Inggris 1:100, sementara Indonesia belum punya data tentang itu. Belum pernah ada survei mengenai data anak autis di Indonesia, kata Ketua Yayasan Autisme Indonesia dr Melly Budhiman SpKJ saat diskusi mengenai autisme di harian Kompas, 5 Mei 2008.

Melly Budhiman memaparkan, autisme adalah suatu gangguan neurobiologis yang terjadi pada anak di bawah umur 3 tahun. Gejala yang tampak adalah gangguan dalam bidang perkembangan: perkembangan interaksi dua arah, perkembangan interaksi timbal balik, dan perkembangan perilaku.

Autisme bisa terjadi kepada siapa saja, tidak mengenal etnis, bangsa, keadaan sosial ekonomi, dan keadaan intelektualitas orangtua. Perbandingan antara anak laki-laki dan perempuan yang mengalami gangguan autistik adalah 4:1. Kecerdasan anak-anak autis sangat bervariasi, dari yang sangat cerdas sampai yang sangat kurang cerdas.

”Jadi kalau dulu dikatakan kalau anak autis pasti anak-anak cerdas itu tidak benar, atau anak autis itu kebanyakan retardasi mental itu juga tidak benar,” kata Melly Budhiman.

Diagnosa ditegakkan secara murni secara klinis tanpa dengan alat pemeriksaan atau bantuan apa pun. ”Jadi kalau kita mendiagnosa anak autis murni secara klinis dengan anamnese, dengan tanya jawab itu harus sangat cermat: mulai dari kehamilan, kelahiran, dan masa kecilnya,” kata Melly Budhiman.

Sebelum 3 tahun

Untuk bisa melakukan diagnosa yang tepat, tentu saja dibutuhkan ketajaman dan pengalaman klinis. Harus benar-benar diperhatikan kriteria diagnostik yang sudah disepakati oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Jadi untuk mendiagnosa autis itu sudah ada kriterianya.

”Apakah ada gangguan dalam bidang komunikasi, interaksi, juga perilaku. Kriterianya sebenarnya sudah jelas,” tegas Melly Budhiman.

Menurut Melly Budhiman, diagnosa itu harus sudah ditegakkan sebelum anak mencapai usia tiga tahun. Sering kali orangtua datang ke dokter dan dokter menyatakan sebaiknya menunggu hingga usia anak sudah tiga tahun, itu artinya sudah terlambat.

Sebelum tiga tahun diagnosa sudah harus ditegakkan. Deteksi dari permulaan gejala sudah bisa dilakukan jauh sebelum umur tiga tahun. Ada anak yang sudah menunjukkan gejala autisme sejak lahir, tetapi ada anak yang sudah berkembang secara normal namun kemudian berhenti berkembang, kehilangan kepandaian yang telah dicapainya dan timbul gejala-gejala autisme.

”Bila terdeteksi adanya gejala autisme pada umur berapa pun, mulailah dengan melakukan interaksi yang intensif dan pantau terus anak tersebut setiap bulan. Misalkan enam bulan, kok, anak ini tidak mau menatap mata, umur tujuh bulan juga harus terus dipantau,” kata Melly Budhiman.

Dalam hal ini semua pemeriksaan adalah untuk mencari kemungkinan pencetus. Jika si ibu waktu hamil mengalami rubela, maka sebaiknya dilakukan city scan MRI, mencarinya ke arah otak apakah ada kelainan. Jika seandainya waktu lahir si anak terlilit tali pusar sehingga kekurangan O2, bisa dilakukan MRI dan kemudian EEG.

”Jika ibu menyatakan kalau setelah divaksinasi, kondisi si anak kemudian makin mundur, kita cari apakah anak ini keracunan merkuri. Darahnya harus diperiksa untuk mencari tahu berapa kadar logam berat, logam merkuri, diperiksa rambutnya, apakah merkurinya sudah lama menumpuk di tubuh dan tidak bisa keluar, misalnya,” papar Melly Budhiman.

Setelah anak terdiagnosa, langkah berikutnya adalah melakukan assessment yang dilakukan oleh satu tim psikolog, speech therapist untuk menentukan kemampuan si anak sebenarnya di bidang apa.

”Misalnya speech-nya terbelakang, tetapi keseimbangannya bagus, bisa lari, bisa lompat. Jadi lebih penting ke speech therapy. Jika perilakunya enggak karuan, maka diberi terapi perilaku,” kata Melly Budhiman.

Terapi okupasi juga bisa diberikan untuk melatih motorik halus. ”Anak-anak ini biasanya tenaganya kuat. Jika memukul orang bisa keras sekali, tetapi kalau disuruh memegang pensil tidak bisa, maka dia perlu terapi okupasi,” kata Melly Budhiman. Yang terpenting penanganan terpadu harus diberikan kepada anak-anak autis ini.

Kecurigaan pada vaksin

Sejauh ini, belum diketahui pasti penyebab autisme. Namun, faktor genetik berperan penting pada tercetusnya gejala. Bila tidak ada kelemahan genetik, kemungkinan gejala-gejala autisme tidak tercetus. Konsep baru mengatakan, gejala autisme timbul akibat racun-racun dari lingkungan yang tidak bisa dibersihkan lantaran anak memiliki kelemahan genetik.

”Faktor pemicu autisme itu banyak, tidak mungkin satu pemicu saja. Selain keracunan logam berat, anak-anak penyandang autisme biasanya juga mengalami alergi, kondisi pencernaannya juga jelek,” kata Melly. Ada kecurigaan, salah satu faktor pencetus autisme adalah logam berat merkuri.

Di Palangkaraya, misalnya, ada pusat terapi autisme yang muridnya berjumlah hampir 200 anak. Padahal, jumlah penduduknya hanya sekitar 250.000 jiwa. Jadi, prevalensi autisme di daerah itu satu per 250 penduduk. Setelah ditelusuri, warga setempat sehari-hari mengonsumsi ikan dari Sungai Kahayan, padahal sungai itu jadi lokasi pertambangan liar emas sekaligus pembuangan merkurinya.

Repotnya, menurut Melly, banyak vaksin yang beredar di pasaran mengandung merkuri. Satu suntikan vaksin dari luar negeri biasanya merkuri yang dikandung 25 mikrogram. Bahkan, ada vaksin yang kandungan merkurinya lebih dari itu. ”Keterkaitan vaksin sebagai pencetus autisme masih jadi perdebatan di dunia internasional. Ini tentunya perlu penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Saat ini seorang anak hanya boleh menerima merkuri 0,1 mikrogram per kilogram berat badan. Jadi, anak Indonesia yang rata-rata memiliki bobot lahir 2,5-3 kilogram hanya boleh menerima 0,3 mikrogram. Akan tetapi, kenyataannya, sebagian bayi diimunisasi dengan vaksin yang mengandung merkuri sebanyak 25 mikrogram. ”Sekarang ada vaksin yang bebas merkuri, tapi harganya mahal,” kata Melly.

Terkait dengan isu bahwa vaksin MMR merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya autisme pada anak, Menteri Kesehatan Siti Fadilah tidak bersedia berkomentar mengenai masalah itu. ”Ini masih perlu pengkajian lebih mendalam lagi. Kami perlu mengecek apakah memang benar vaksin itu terkait dengan autis,” katanya menambahkan.

Dukungan pemerintah

Sejauh ini, pemerintah dinilai kurang memberi perhatian terhadap masalah autisme yang kian merebak di sejumlah daerah. Pelayanan terapi bagi penyandang autisme masih sangat terbatas dan biayanya relatif mahal sehingga sulit dijangkau para orangtua dari anak penyandang autisme.

Banyak orangtua yang kesulitan membesarkan dan memberikan terapi terbaik bagi anak mereka yang menyandang autisme. Jika tidak dideteksi dan diterapi dengan tepat sejak dini, gangguan perkembangan itu akan membuat anak-anak penyandang autisme itu tidak bisa mandiri, sulit berkomunikasi dan berkarya di lingkungan masyarakat.

Pada kesempatan terpisah, Siti Fadilah menegaskan, pemerintah mendukung layanan kesehatan bagi anak-anak yang menyandang autisme. Salah satunya dengan memberi penyuluhan dan menyediakan pelayanan kesehatan dasar di puskesmas-puskesmas. Selain itu, pemerintah akan mengalokasikan dana untuk penanganan anak-anak berkebutuhan khusus termasuk autisme.

Namun diakui, penanganan kesehatan bagi para penyandang autisma masih belum jadi prioritas pembangunan bidang kesehatan. ”Indonesia masih disibukkan dengan pengendalian penyakit menular. Penanganan autisma masih belum jadi prioritas utama,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes Lily S Sulistyowati.

Sejauh ini, pemerintah belum mampu menyediakan pusat-pusat terapi bagi penyandang autisma. Tempat-tempat pelayanan terapi masih dikelola pihak swasta dengan biaya cukup mahal. Padahal, sebagian besar penyandang autisma butuh sejumlah terapi untuk mengatasi gangguan perkembangan, terutama kemampuan komunikasi.

Mengingat meningkatnya angka kasus autisma di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, Sekretaris Jenderal Depkes Sjafii Ahmad menyatakan, Depkes berencana mendirikan Pusat Inteligensia yang menangani masalah terkait gangguan inteligensia dan perkembangan termasuk autisma. ”Nantinya, pusat inteligensia juga akan didirikan di tiap provinsi,” ujarnya.

Tentunya, janji pemerintah untuk lebih serius menangani masalah autisme ditunggu realisasinya. Bagaimanapun, para penyandang autisme merupakan anak-anak bangsa yang ikut menentukan masa depan Indonesia. Jangan sampai mereka kelak jadi generasi yang hilang.

Hindari Cacat, Bayi Dibedah dalam Kandungan

BAGI semua orang tua, kesehatan dan keselamatan anak tentu menjadi prioritas utama. Oleh sebab itulah, ketika memasuki usia kehamilan 18 minggu, pasangan asal Melbourne, Kylie and Terry Bowlen, berani mengambil pilihan yang sangat sulit dan berisiko.

Mereka diberitahu oleh tim dokter bahwa janin yang tengah dikandung Kylie kemungkinan besar akan lumpuh pada kedua kakinya. Satu-satunya solusi yang ditawarkan adalah mengoperasi janin dalam kandungan yang jelas berisiko karena dapat mengancam nyawa si jabang bayi dan sang ibu.

"Saya hanya berpikir, apa yang saya lakukan untuk menerima semua ini, apakah saya melakukan kesalahan?" ungkap Kylie dengan emosional.

Setelah mendapat lampu hijau dari keluarga Bowlen, tim dokter dari Monash Medical Centre Australia pun akhirnya mengoperasi kaki bayi dalam kandungan Kyle saat usia kehamilan 22 minggu. Operasi ini tercatat sebagai pembedahan dalam kandungan yang dilakukan pada janin termuda dan mungkin yang pertama di dunia.

Para dokter ahli mulai menangani kasus ini setelah bayi yang kini bernama Leah mengalami kondisi yang disebut amniotic band syndrome. Leah memiliki kelainan yang dapat membuatnya kehilangan sebelah kaki akibat terhetinnya suplai darah ke kaki. Dokter menemukan kaki kiri Leah membengkak. Sindrom ini memang sangat langka karena terjadi pada satu dari 15.000 kelahiran hidup. Apabila dibiarkan, keadaan ini bisa berakibat fatal dan bisa berujung pada amputasi atau kematian.

Para dokter lalu mengambil tindakan operasi sesar amniotik dengan cara membedah perut Kyle Bowlen dan memasukkan jarum teleskopik ke dalam kandungan. Dengan menggunakan alat laser dan listrik, tim dokter yang mengoperasi dapat melihat jaringan yang melilit pergelangan kaki Leah. Dokter memutus jaringan pada kaki kiri Leah, namun tidak menyentuh kaki kanan yang telah membengkah dan terinfeksi.

"Kaki kanannya begitu buruk sehingga saya tak mau menyentuhnya. Kaki itu nyaris mati ketika dilihat," ungkap Chris Kimber, kepala bagian bedah anak di Monash Medical Centre.

Tubuh Leah memiliki panjang 15 hingga 20 sentimeter ketika dioperasi. Bila diukur, panjang kakinya saat itu hanya sekitar tujuh sentimeter saja. Dengan kasih sayang dan kesabaran, Kyle Bowlen mampu mempertahankan kandungannya hingga 30 pekan, dan Leah pun lahir pada Januari lalu dengan berat 1,63 kg.

Kaki kanan Leah nyaris lumpuh layuh ketika lahir, namun Tuhan ternyata berkehendak lain. Sang bayi mungil ini lalu diselamatkan oleh tangan dingin ahli microsurgeon Chris Coombs dan Profesor Leo Donnan dari the Royal Children's Hospital. Pada operasi kedua, otot, jaringan dan beberapa tulang kaki Leah diangkat untuk merangsang aliran darah ke kaki dan membuka peluang berfungsinya kaki secara normal.

Mr Kimber mengatakan bahwa kasus operasi dalam kandungan untuk mengatasi amniotic band syndrome ini merupakan yang kelima di Australia. Meski upaya para dokter dinilai berhasil, namun rasa sakit dan derita belum berakhir bagi keluarga Bowlen. Tiga pekan setelah lahir, Leah sempat mengalami meningitis.

Namun begitu, kini setelah 4,5 bulan kelahiran Leah, keluarga Bowlen yang tinggal di pinggiran kota Melbourne menyatakan yakin bahwa putusan yang diambil sudah tepat. Dokter setidaknya telah memberikan kesempatan dan harapan buat Leah untuk berjalan dengan kedua kakinya di masa mendatang. Tiga bulan lagi, Leah dijadwalkan menjalani operasi lanjutan. Para dokter juga akan terus memantau perkembangan kondisinya.

Selasa, 13 Mei 2008

Penelitian Ungkap Zona Usia Risiko Bahaya Bagi Balita

Anak Balita (bawah lima tahun) dapat mengalami cedera sejak usia nol bulan dan mempunyai risiko yang sama dari bulan ke bulan namun rentang waktu antara 15 sampai 17 bulan adalah usia paling berisiko tinggi terkena cedera, demikian diungkapkan oleh para ahli kedokteran anak AS yang disiarkan Senin.

Kelompok peneliti Universitas Kalifornia mengungkapkan dalam laporan berdasarkan penelitian dan pengamatan terhadap 23 ribu kasus cedera anak balita dari tahun 1996 sampai 1998 yang diharapkan mendapat perhatian orang tua maupun dokter spesialis anak tentang berbagai bahaya yang dapat mengancam keselamatan anak.

Selama tahun pertama hasil penelitian menemukan kecelakaan jatuh dari tempat tidur dapat terjadi pada usia menjelang tiga bulan, cedera akibat disiksa oleh orang tua maupun pengasuh pada usia 3 sampai lima bulan, kecelakaan jatuh dari kursi pada usia enam sampai delapan bulan, menelan benda asing pada usia sembilan hingga 11 bulan, ketumpahan cairan panas atau terkena zat panas lainnya pada usia 12 hingga 17 bulan.

Secara umum keseluruhan cedera tersebut dapat dikatakan cedera akibat keracunan meningkat pesat sejak usia tiga hingga lima bulan dan mencapai titik puncak pada usia 15 hingga 17 bulan demikian laporan penelitian itu yang dimuat pada Jurnal Asosiasi dokter anak AS.

Hal itu terjadi bersamaan dengan perkembangan mental yang amat pesat seperti kemampuan mobilitas si anak, rasa ingin tahu dan pengenalan anak dengan menggunakan daya motoriknya terhadap alam sekeliling dengan menggunakan aktivitas dari tangan ke mulut.

"Pada rentang usia tersebut, anak mempunyai akses kepada benda-benda ataupun zat-zat asing berbahaya namun belum mempunyai kemampuan kognitif terhadap bahaya benda atau zat berbahaya dan keterampilan untuk menghindarinya."

Penelitian yang mengamati balita dari usia nol hingga empat tahun menemukan penyebab utama bahaya dan cedera pada anak setelah usia tiga tahun adalah kecelakaan cedera anak pada kaki pada saat orang tua memindahkan kendaraan.

Dari sekian rentang usia, tindakan pengobatan bagi keracunan adalah hal utama yang merupakan puncak cedera dan bahaya pada usia 18 hingga 35 bulan.

"Hasil penemuan dari penelitian terhadap anak balita yang paling mengejutkan adalah kasus kekerasan fisik oleh lingkungan terdekat sehingga diperlukan kebijakan penanganan yang tepat terhadap kasus jenis itu bagi anak usia dini," demikian laporan penelitian itu.

Menentukan Jenis Kelamin Anak

Menentukan jenis kelamin anak? Mungkin bisa, mungkin juga tidak. Para ahli juga bersikap skeptik (ragu-ragu), namun hal tersebut tak menghentikan para orang tua untuk menentukan jenis kelamin anak mereka. Informasi tentang mekanisme konsepsi ini memacu para peneliti untuk meneliti teori seks ini. Namun tak satupun yang didukung oleh para ahli medis bahkan memicu perdebatan dikalangan medis.

Apa pendapat para Pakar?

Teori pemilihan jenis kelamin anak membuat beberapa pasangan cenderung melakukan hubungan seks berdasarkan kromosom anak laki-laki yang membawa sperma bergerak lebih cepat namun tidak dapat bertahan lama seperti kromosom anak perempuan meskipun belum ada sebuah penelitian yang mendukung pernyataan ini.

Sebuah studi tahun 1995 yang diterbitkan New England Journal of Medicine menuturkan tentang hubungan seks dan ovulasi. “Kita tidak menemukan hubungan antara waktu berhubungan seks dengan jenis kelamin bayi,” ujar Dr. Clarice Weinberg dari National Institute of Environmental Health Sciences. Para peneliti menyimpulkan bahwa usia subur terjadi sekitar tujuh hari diawal atau setelah ovulasi.

Apakah ada perubahan terkini?

Sebuah studi yang diterbitkan September 1998 tantang masalah Reproduksi manusia menyatakan yang pernah digunakan pada media hewan mungkin bermanfaat pada para orang tua yang menginginkan bayi perempuan.

Para peneliti dari Genetics & IVF Institute di Fairfax, VA, menyatakan bahwa mereka dapat membantu para orang tua untuk menentukan jenis buah hati mereka melalui flow cytometry, sebuah prosedur dimana DNA ditambahi dengan fluorescent yang mati dan telah dipisahkan.

Teknologi yang menekankan pada kenyataan bahwa sperma kromosom Y (yang memproduksi jenis kelamin laki-laki) mempunyai kekurangan sekitar 2,8% dalam materi genetik dibanding kromosom X (yang memproduksi jenis kelamin wanita). Para peneliti yang menggunakan DNA sebagai detektor untuk menentukan sperma yang akan diinseminasikan secara buatan pada wanita.

Sejauh ini mereka beruntung dapat memproduksi jenis kelamin wanita – sekitar 85% dari sel-sel ini merupakan contoh pada kromosom X dan sekitar 65% sel adalah kromosom Y untuk jenis kelamin laki-laki. Dari 14 kasus kehamilan yang menginginkan bayi perempuan, 13 dari kasus kehamilan tersebut memiliki bayi perempuan, bahkan beberapa pakar menyatakan metode tersebut memang menjanjikan. “Tak ada yang berhasil sampai sekarang,” ujar Dr. Alan DeCherney, kepala Obstetrics and Gynecology di University of California, Los Angeles serta editor Journal Fertility and Sterility, pada New York Times.

“Hal itu sangat tidak aman," ujar Dr. Veronica Ravnikar, direktur Reproductive Endocrinology & Infertility, University Massachusetts Medical Center di Worcester, MA.

Pada intinya dia mengatakan bahwa metode seleksi jenis kelamin dapat menimbulkan masalah karena berharap pada sesuatu yang salah.

Apakah ada metode seleksi jenis kelamin lainnya?

Ingatlah tak ada satupun metode pemilihan jenis kelamin bayi yang popular terjamin hasilnya bahkan beberapa teknik tersebut berlawanan satu dengan yang lainnya.

“Anda bisa menemukan sebuah studi untuk mendukung teori-teori tersebut, “ujar Dr. Weinberg dari National Institute of Environmental Health Sciences.

Untuk mengikuti metode- metode ini Anda harus lebih sensitif saat mengalami ovulasi, atau anda dapat membeli alat perkiraan namun banyak orang yang hanya menggunakan temperatur dasar atau basal body temperature (BBT) selain memonitor cervical muscus mereka.

Pakar reproduksi yakin bahwa hari sebelum wanita mendapat ovulasi, temperatur dasar tubuhnya atau BBT akan jatuh dan kemudian naik dua hari setelah ovulasi. Selama ovulasi cervical muscus wanita menyerupai jalinan putih telur – licin, jernih dan basah.

Cobalah untuk mengkombinasikan dua hal tersebut dan Anda akan mendapatkan cara yang akurat untuk mengetahui ovulasi Anda, saat Anda mulai mengetahui kapan telur mulai keluar Anda dapat mengatur kapan Anda mulai behubungan seks untuk mendapatkan kehamilan.

Jika Anda ingin mengikuti metode berikut Anda harus mencatat setiap perubahan selama beberapa bulan saat sebelum Anda mencoba untuk mengusahakan kehamilan.

Setelah mengalami siklus Anda akan lebih mengetahui tubuh Anda sendiri dan memudahkan menerpakan metode mana yang akan Anda pilih.

Metode Shettles

Dr. Landrum Shettles dan David Rorvik yang menulis How to Choose the Sex of Your Baby menyatakan bahwa metode Shettles memiliki keefektifan sebesar 75%. Karena kromosom Y (laki-laki) bergerak lebih cepat dibanding kromosom X (perempuan), Shettles mengatakan bahwa metode ini tepat jika Anda menginginkan anak lelaki.

Namun jika Anda mencoba mengusahakan kehamilan dua hari atau tiga hari sebelum ovulasi maka Anda akan mendapat anak perempuan.

Menurut Dr. Ravnikar, metode Shettles atau metode yang serupa lainnya, metode ini tepat sekali bagi pasangan yang ingin mendapatkan bayi laki-laki yang mendekati masa ovulasi sejak kromosom Y yang dibawa sperma lebih lemah dan daripada yang dibawa kromosom X, meskipun terkadang metode tersebut belum tentu menjanjikan apakah kita akan mendapat bayi perempuan atau laki-laki.

Metode Whelan

Dalam bukunya 'Boy or Girl?', Elizabeth Whelan, Sc.D., menyangkal metode Shettles dan menyarankan kebalikan metode tersebut. Karena perubahan biokimia yang cenderung lebih menyukai produksi sperma lebih awal pada siklus wanita. Whelan menyatakan jika Anda ingin bayi laki-laki cobalah berhubungan seks sebelum BBT Anda naik, namun jika Anda ingin bayi perempuan agar menahan diri untuk tidak berhubungan seks sampai dua atau tiga hari sebelum ovulasi.

Whelan menaksirkan bahwa untuk mendapat bayi lelaki kemungkinan keberhasilan sekitar 68% sementara untuk bayi perempuan sekitar 56%.

Metode Ericsson dan Centrifugation

Metode hasil temuan Dr. Ronald Ericsson ini terbukti yang paling banyak digunakan di klinik-klinik kesuburan dan banyak mendapat kesuksesan. Metode Ericsson berusaha memisahkan kromosom pria dan perempuan dengan menyaring sperma ke dalam sebuah larutan protein yang mudah larut yang disebut albumin.

Prosedur lainnya yaitu dengan memisahkan sperma melalui proses centrifuge, karena kromosom Y membawa sperma sifatnya lebih ringan akan naik keatas sedangkan kromosom X yang dibawa sperma cenderung lebih berat sehingga akan tenggelam ke bawah.

Dokter yang menangani inseminasi buatan ini akan memisahkan sperma menurut jenis kelamin yang Anda kehendaki.

Jika Anda berharap menginginkan anak laki-laki mungkin peluang Anda lebih besar untuk mewujudkannya, menurut sebuah data dari National Center for Health Statistics menunjukkan bahwa bayi laki-laki mengalami peningkatan sebesar 51,2% sedangkan perempuan hanya sekitar 48,8%.

Waktu yang Tepat Usahakan Kehamilan

Tiga pertanyaan ini sering dilontarkan baik oleh pria maupun wanita, terutama pasangan yang sedang ingin memperoleh anak dan mengusahakan kehamilan. Apakah ada risikonya bila punya anak diatas usia 35 tahun? Dan kapan waktu yang tepat mengusahakan kehamilan. Silakan simak jawaban dari pertanyaan berikut:

Tanya (T): Berisikokah memiliki bayi di atas usia 35 tahun?

J: Sejak tahun 1970an wanita cenderung menunda kehamilan. Permasalahan yang mungkin dihadapi wanita diatas usia 35 tahun yang menghendaki kehamilan meliputi:

1. Kesuburan yang menurun : Seorang wanita dilahirkan dengan semua sel telurnya dan tingkat kesuburannya mulai menurun di awal usia 30an. Meskipun perawatan kesuburan bisa dilakukan, namun itu membutuhan biaya yang tidak sedikit, seringkali memusingkan, dan keras terhadap tubuh wanita.

2. Kemungkinan besar melahirkan anak kembar : Meskipun wanita usia 30an berkurang kesuburannya, ia memiliki kemungkinan yang besar untuk melahirkan bayi kembar.

3. Tingginya risiko keguguran : Risiko kehamilan yang berakhir dengan keguguran bertambah seiring dengan bertambahnya usia wanita; hal ini mungkin ada hubungannya dengan risiko wanita diatas 30 tahun yang cenderung mengandung bayi dengan kromosom yang tidak normal.

4. Meningkatnya risiko kelahiran yang bermasalah: Kemungkinan seorang bayi lahir dengan proses yang tidak sempurna meningkat dengan bertambahnya usia si ibu. Hal ini terbukti seasuai dengan kasus syndrome down berikut:

- Seorang wanita usia 25 tahun hanya memiliki 1 : 1250 kemungkinan melahirkan bayi dengan syndrome down.

- Menjelang usia 30, kemungkinannya menjadi 1 : 952.

- Menjelang usia 35, kemungkinannya menjadi 1 : 378.

- Menjelang usia 40, kemungkinannya menjadi 1 : 106 .

- Menjelang usia 45, kemungkinannya menjadi 1 : 30.

5. Komplikasi : Para ibu yang lebih tua bakal menghadapi kemungkinan komplikasi lebih tinggi selama kehamilan atau pada saat melahirkan dibanding mereka yang lebih muda. Mencakup: tekanan darah tinggi, diabetes, meningkatnya masalah pada plasenta, meningkatnya kesulitan saat hampir dan selama proses melahirkan, termasuk kemungkinan melahirkan secara cesar.

Daftar komplikasi tersebut mungkin terdengar menakutkan, namun Anda dapat melakukan beberapa hal untuk bisa menjalani kehamilan serta memiliki bayi yang sehat.

Misalnya, Anda bisa melakukan check-up kehamilan bahkan sebelum hamil dan melakukan perencanaan tentang kehamilan dengan bidan Anda.

Juga dianjurkan untuk:

- Berhenti merokok

- Berhenti menkonsumsi minuman beralkohol. Karena meskipun sedikit jumlahnya, alkohol tetap dianggap tidak aman.

- Hindari penggunaan obat jalan atau obat yang diresepkan tanpa persetujuan dokter selama mengusahakan kehamilan dan selama masa kehamilan.

- Lakukan olahraga secara teratur sebelum hamil; teruskan berolahraga selama masa kehamilan dengan persetujuan dokter.

- Miliki dan pertahankan berat badan yang sehat sebelum hamil.

- Ikuti panduan dokter untuk memperoleh berat badan yang sehat selama kehamilan.

Mulailah menkonsumsi multivitamin minimal 400 miligram asam folik bahkan sebelum mengusahakan kehamilan, dan teruskan kebiasaan ini selama kehamilan untuk mengurangi risiko kelahiran bermasalah.

Buatlah jadwal kunjungan prenatal yang teratur dengan dokter selama masa kehamilan.

T: Kapankah waktu yang tepat untuk mengusahakan kehamilan?

J: Wanita cenderung berovulasi dalam setiap siklus, namun lebih akurat untuk mengatakan bahwa wanita berovulasi 14 hari sebelum menstruasi. Wanita selalu berovulasi setiap waktu selama siklusnya, termasuk selama menstruasi meskipun hal ini tidak biasa.

Kesuburan tergantung dari tiga faktor, yaitu: sel telur yang sehat, sperma yang sehat, serta kondisi cairan rahim yang juga sehat. Seorang wanita berovulasi dalam satu siklus.

Sel telur yang hidup selama 12 sampai 24 jam akan luruh jika sel telur tersebut tidak subur.

Dalam kondisi cairan rahim yang sehat berfungsi untuk membantu dan menuntun sperma yang mungkin sekali mati dalam setengah jam atau bahkan tidak pernah mencapai sel telur), sperma dapat bertahan selama 5 hari dalam tubuh.

Sebuah metode symptothermal tentang kesuburan merupakan sebuah cara yang paling tepat dalam menentukan kapan waktu yang terbaik untuk mendapat kehamilan.

Metode ini terdiri dari dua bagian, yaitu:

1) sebelum seorang wanita berovulasi, observasi cairan rahim dikombinasi dengan perkiraan yang didasarkan riwayat siklus sebelumnya (menggunakan perhitungan kalender), dan

2) untuk memastikan ovulasi, perubahan dalam suhu tubuh basal dikombinasikan dengan cairan rahim.

T: Kapan seorang wanita pada siklus menstruasinya berada pada kemungkinan terbesar untuk hamil?

J: Sel telur keluar dari ovarium kurang lebih dua minggu sebelum awal masa mentruasi berikutnya.

Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah bahwa sel telur keluar dari ovarium pada siklus pertengahan atau separuh waktu masa-masa menstruasi. Hal ini memang benar hanya kalau siklusnya selama 28 hari. (sesuatu yang tidak dapat diketahui kepastiannya sampai siklus itu berakhir dan menstruasi datang).

Seorang wanita bisa hamil karena hubungan seksual tanpa alat pelindung sampai 5 hari sebelum ovulasi. Sperma bisa bertahan dalam tubuh wanita selama 3 sampai lima hari, menunggu untukj membuahi sel telur selama proses ovulasi. Maka dari itu, mengira-ngira berapa lama masa menstruasi anda dan menghitung 14 hari ke belakang bukanlah merupakan cara yang efektif untuk mengontrol kelahiran.

Namun metode kesuburan tentang pengendalian kelahiran (satu prosedur bulanan yang sudah distandarkan) bisa menjadi cara yang efektif jika digunakan secara teratur dan tepat. Untuk mengetahui masa-masa subur, Anda harus melakukan hitungan hari, memeriksa cairan rahim, mengamati suhu tubuh dengan termometer basal setiap hari, serta membuat daftar pengamatan Anda. Metode ini juga memerlukan motivasi yang tinggi.

Kesadaran akan kesuburan bisa efektif jika diajarkan secara hati-hati, dimengerti secara menyeluruh, dan digunakan dengan benar. Kerugian terbesar yang mungkin terjadi adalah risiko kehamilan jika tidak menggunakannya dengan tepat; metode ini tidak bisa melindungi anda dari kemungkinan tertular penyakit kelamin termasuk infeksi HIV; ini membutuhkan 2 - 3 siklus untuk dipelajari serta digunakan dengan yakin; ini bisa menimbulkan kecemasan seksual jika lebih memilih tidak melakukan hubungan intim dari pada menggunakan metode pelindung saat dalam masa subur.

Terpenting, hal ini mungkin tidak praktis jika tidak menjalin hubungan yang kooperatif dengan pasangan seksual.

Rahasia Kelembutan Kulit Bayi

Para peneliti telah menemukan rahasia kulit lembut bayi. Substansi yang melindungi kulit bayi pada rahim wanita merupakan pelembab yang alami, penyembuh luka serta antiseptik.

Tim penelitian Amerika Serikat (AS) berharap dapat menandingi pelembab alami yang dihasilkan ibu hamil dengan memproduksi sebuah jenis sintetik yang biasanya digunakan untuk produk-produk popok bayi, kain pembalut serta lotion kulit.

Sebuah cairan berlemak dan berwarna putih yang dikenal dengan vernix yang berkembang sekitar 27 minggu masa perkembangan.

Seorang bayi yang lahir lebih awal pada minggu ke 32 sampai minggu ke 33 akan diselimuti dengan vernix tetapi bagi bayi yang lajhir sesuai dengan waktunya mungkin sudah tidak diselimuti cairan tersebut.

Membasuh bayi sesaat setelah dilahirkan merupakan hal umum yang banyak dijumpai di beberapa negara, tetapi para peneliti berani menantang kebiasaan tersebut.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Cincinnati Children's Hospital Medical Center, vernix menjaga kulit dari kekeringan, kulit mengelupas, serta pH yang seimbang. “Seharusnya vernix harus tetap ada saat bayi dilahirkan," ujar Marty Visscher, direktor Skin Sciences Institute di sebuah rumah sakit.

Kelahiran Prematur

Institut sepakat bekerja sama dengan sebuah perusahaan farmasi yang melibatkan perawatan kulit yang mengembangkan jenis sintetik pada suatu bahan yang membantu bayi yang lahir prematur tanpa vernix.

“Kita mengembangkan produksi vernix yang menyerupai sebuah formula sebagi pengganti susu,” ujar Dr Visscher. “Alam telah menemukan cara untuk memproduksinya. Pada jangka panjang kita berharap untuk memproduksi sebuah zat sintetik yang ekivalen.

Tidak ada satupun di luar sana yang dapat menandingi sustansi yang dibawa bayi saat lahir serta usaha untuk meniru vernix yang tiada akhir.” Sebuah studi telah dilakukan pada sejumlah bayi yang separuh vernixnya telah dihapus dan sisanya dibiarkan pada tubuh si bayi.

Bermacam-macam faktor seperti tingkat kekeringan (hydration), tingkat kelelmbapan, serta pH kulit yang diukur setiap satu, empat serta dua puluh empat jam setelah lahir.

'Gimmick'

Hasil keseluruhan pada studi tersebut dilaporkan saat pertemuan tahunan di Pediatric Academies Societies di Seattle, Amerika.

Namun, tidak semua orang yakin pada perkembangan vernix sintetik.

Janet Fyle, seorang bidan di Royal College of Midwives di Inggris menciptakan sebuah ide yang disebut "gimmick". “Hal tersebut sangat berlawanan dengan alam bagi setiap orang yang mengembangkan apa yang telah diberikan alam saat bayi lahir,“ ujarnya pada BBC News Online. “Seorang bidan dan ahli kebidanan mengetahui nilai dari sebuah vernix jadi jangan membasuhnya,”lanjutnya.

"Kita akan memberitahu seorang ibu yang ingin membersihkan vernix tersebut dan memberitahunya bahwa substansi tersebut sangat baik bagi kesehatan kulit bayinya,” tambahnya.

Pirac: 13 Snack Mengandung MSG, Ancam Kesehatan Anak

Sejumlah tujuh makanan ringan dalam kemasan (snack) yang biasa dikonsumsi anak-anak tidak mencantumkan kandungan MSG, sementara diyakini MSG bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu akan mengancam kesehatan anak.

Nurhasan, dari Pirac (Public Interest Research and Advocacy Center) di Jakarta, Kamis mengatakan, pihaknya sudah meneliti ke-13 contoh makanan ringan yang beredar luas itu.

Dari ke-13 jenis makanan ringan, tujuh di antaranya mengandung MSG (monosodium glutamate), tetapi tidak mencantumkannya dalam kemasan, sedangkan empat produk lagi dinyatakan mengandung penyedap dan penambah rasa, namun tidak menyebutkan mengandung MSG dan dua produk lainnya mencantumkan MSG, tapi tidak menyebut jumlah kandungannya.

Ketujuh produk tersebut adalah Cheetos (1,20%), Chitato dengan rasa sapi panggang (1,06%), Chiki dengan rasa keju (0,76%), Happytos Torpilachips (0,71%), Golden Horn dengan rasa keju (0,46%), Smax dengan rasa ayam (0,57%), dan Taro Snack dengan rasa rumput laut (0,62%).

Keempat produk yang menyatakan mengandung penyedap dan penambah rasa, tetapi tidak menyebutkan mengandung MSG, adalah Zetz dengan rasa ayam bumbu mamamai (0,50%), Twistko dengan rasa jagung barbeque (1,59%), Double Decker Snack dengan rasa ayam (0,48%) dan Twistee Corn (0,47%).

Keempat produk itu dinilai dan dianggap menyesatkan, karena menyebutkan mengandung penyedap rasa, tetapi tidak menyebutkan mengandung MSG.

Dua produk yang mencantumkan MSG, tetapi tidak menyebutkan jumlah kandungannya, adalah Gemez dengan rasa ayam panggang (0,59%) dan Anak Mas dengan rasa keju (0,52%).

MSG, kata Nurhasan, dapat menembus plasenta pada saat kehamilan, menembus jaringan penyaring antara darah otak, dan menyusup ke lima organ circumventricular.

Pelindung darah otak yang terkontaminasi dapat mengakibatkan kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi dan mengganggu proses penuaan.

MSG juga memicu reaksi gatal, bintik-bintik merah di kulit, mual, dan muntah-muntah, sakit kepala, migren, asma, gangguan hati, ketidakmampuan belajar dan depresi.

"Penggunaan MSG lebih berisiko terhadap bayi dan anak-anak," katanya.

Ke-13 produk tersebut dinilai melanggar pasal 30 ayat 2 tentang label pada UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU PK).

Produk tersebut juga dinilai melanggar Pasal 3 ayat 2 PP No.69/1999 tentang Label dan Iklan Pangan.

Pasal 33 UUPK dan pasal 5 PP 69/1999 yang menyatakan setiap produk kemasan harus memuat keterangan dengan benar dan tidak menyesatkan.

Pirac minta pemerintah untuk mengawasi standarisasi penggunaan MSG pada makanan dalam kemasan.

Produsen juga hendaknya diwajibkan menggunakan ukuran miligram dan bukan persentase.

Pemerintah juga hendaknya mewajibkan produsen makan ringan yang menggunakan MSG untuk mencantumkan bahaya penggunaan MSG pada anak-anak dalam jumlah tertentu.

"Jika produsen tersebut melanggar UUPK, maka dikenakan sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku," kata Nurhasan.

Dia juga minta Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk memerintahkan ke-13 produsen makanan ringan tersebut agar menarik produknya dan menggantikannya dengan kemasan yang sudah direvisi.

Produsen makanan dalam kemasan sebenarnya wajib mencantumkan denga benar kandungan dan komposisi produknya dan hak konsumen yang menentukan apa akan membeli atau tidak.

Dikatakannya, percobaan pada binatang, seperti ayam, yang mengkonsumsi MSG sebanyak empat miligram akan tampak mengantuk dan kemudian terkapar.

Ada dua jenis MSG yang beredar di Indonesia, yakni alami dan buatan (sintetik).

Senin, 12 Mei 2008

Seluk Beluk Menstruasi dan PDD

Setiap bulan, perempuan mengalami datang bulan/haid. Seringkali wanita mengalami banyak masalah dengan tamu yang teratur datang tiap bulan ini. Berikut permasalahan dalam bentuk tanya jawab seputar masalah datang bulan dan penanggulangannya.

Tanya (T): Usia saya sudah 14 tahun dan berbadan kurus tetapi mengapa payudara saya belum berkembang dan belum juga mendapat datang bulan?

Jawab (J): Banyak buku yang membahas tentang masalah perkembangan dan pubertas menyatakan bahwa “perkembangan payudara dimulai pada usia delapan sampai tiga belas tahun,” atau “pertumbuhan tubuh wanita pada masa puber dimulai di usia sembilan sampai lima belas tahun,” sedangkan rata-rata seorang gadis mendapat datang bulan yaitu pada usia 12,8 tahun. Masa puber normalnya terjadi pada awal usia delapan atau sembilan tahun, atau sampai usia duabelas atau empat belas tahun.

Kecuali jika pada usia yang mencapai enam belas atau tujuh belas tahun tetapi Anda belum mendapat tanda-tanda masa puber (misalnya, pertumbuhan payudara dan menstruasi), tidak perlu ada hal yang patut dikhawatirkan – paling tidak secara medis. Tetapi secara sosial, Anda pasti merasa tertekan saat melihat payudara teman-teman mulai berkembang, mendengar mereka berbicara tentang menggunakan bra, serta bercerita sekitar pengalaman mendapat datang bulan untuk pertama kalinya.

Sayangnya tidak ada satupun yang dapat Anda lakukan untuk memaksa tubuh Anda, cobalah untuk berlatih senam menambah ukuran payudara seperti dalam film GREASE yang membantu meningkatkan otot sekitar dada -- payudara tidak memiliki jaringan otot.

Apakah sudah membicarakan hal ini pada ibu? Bertanyalah padanya kapankah dia mendapat menstruasi awal dan kapan payudaranya mulai berkembang, yang mungkin bisa berpengaruh pada rata-rata perkembangan Anda. Atau mungkin Anda bisa membicarakan hal ini pada praktisi kesehatan untuk memeriksa kesehatan serta perkembangan Anda. Atau mungkin Anda merasa lebih nyaman bila membicarakan masalah ini pada perawat kesehatan di sekolah Anda.

Saat datang bulan dimulai, lemak tubuh membutuhkan sekitar seperempat dari seluruh total berat badan tubuh Anda. Sehingga jika Anda adalah seorang atletik atau orang berotot, mungkin datang bulan akan datang sedikit terlambat. Misalnya seperti pada seorang wanita pemanjat tebing cenderung memiliki payudara berukuran kecil dan mengalami datang bulan lebih lambat sampai mereka dapat menormalkan kembali kondisi badan mereka setelah beraktifitas berat.

T: Apa yang dimaksud dengan Premenstrual Dysphoric Disorder (PDD)?

J: Banyak wanita yang mengalami Premenstrual Syndrome yang berakibat rasa tidak nyaman, iritasi dan perubahan mood (perasaan) menjelang menstruasi. Ini disebut Premenstrual Dysphoric Disorder(PDD).

Premenstrual Dysphoric Disorder muncul karena ketidak seimbangan hormon serotonin, zat kimiawi yang berada pada otak. Sirklus normal akan mendorong hormon wanita berinteraksi dengan serotonin sehingga terjadi ketidak seimbangan yang dapat mempengaruhi mood dan menimbulkan gejala Premenstrual Dysphoric Disorder. Ini dapat menimbulkan :

1. Mengalami kelainan menstruasi , dengan gejala:

- Sering gugup atau resah

- Mengalami perubahan fisik atau biologis

- Tidak mampu mengkontrol kemarahan

- Penurunan minat pada segala hal

- Sulit untuk berkonsentrasi

- Mudah merasa lelah

- Sering kehilangan kontrol atas diri

- Susah tidur

- Pembesaran payudara,

2. Pertambahan berat badan dan nyeri otot

3. Sulit untuk berinteraksi dengan orang lain. Wanita yang mengidap Premenstrual Dysphoric Disorder disarankan untuk menjauhi alkohol, kafein dan sesuatu yang manis. Dan disarankan pula untuk mengkonsumsi vitamin, kalsium dan suplemen B-6 serta mengkonsumsi makanan rendah lemak. Pengobatannya yaitu dengan fluoxetine yang dapat mengurangi rasa tidak nyaman ataupun efek gejala Premenstrual Dysphoric Disorder.

T: Mengapa perut menggembung menjelang menstruasi?

J: Perubahan fisik atau psikologi menjelang menstruasi adalah hal yang umum dialami para wanita. Hormon ini akan mengubah perilaku kita menjadi baik atau buruk, selama mendapat menstruasi. Untuk mengatasinya cobalah hal-hal berikut:

- Perhatikan diet Anda. Kurangi konsumsi garam, kafein, alkohol dan makanan yang manis.

- Menambah asupan Vitamin B6 yang terdapat pada gandum, roti, sereal, daging, sayur, susu, keju, kacang, telor dan ikan.

-Tetap beraktivitas dengan aktif.

T: Apakah hot flashes itu?

J: Hot flashes cenderung selalu dihubungkan dengan menopause (mati haid), namun juga merupakan dampak dari rasa cemas yang terjadi saat pembuluh darah terbuka sehingga berkontraksi secara tak teratur. Meskipun hot flashes selalu berbeda-beda pada setiap wanita tetapi hot flashes selalu dijabarkan dengan gejala yang sama yaitu rasa panas pada bagian atas tubuh dan wajah. Hot flashes juga menyebabkan rasa lemas dan sering berkeringat dimana pada beberapa wanita sering merasa kedinginan baik sebelum dan setelah hot flashes.

T: Apakah boleh melakukan tes pap smear saat datang bulan?

J: Tes pap smear jarang sekali dilakukan saat seorang wanita mengalami datang bulan, meskipun datang bulan tidak mempengaruhi hasil tes pap smear, tetapi darah saat datang bulan dapat mempengaruhi hasil tes normal karena sel-sel abnormal pada mulut rahim sulit untuk diamati.

Sebaiknya Anda melakukan tes pap smear diantara sepuluh atau dua puluh hari setelah datang bulan. Jangan sekali-kali menggunakan jenis-jenis perawatan MissV, menyemprotkan air pada MissV, ataupun memasukkan spermasida (seperti foam, jeli, film, atau tablet) sekitar dua hari sebelum melakukan tes pap smear karena hal tersebut dapat menghilangkan atau mempersulit tes pada sel-sel abnormal.

T: Mengapa saya selalu merasa sakit pada Gastrointestinal saat datang bulan? Rasa sakit pada gastrointestinal saat datang bulan pada wanita sudah umum terjadi. Namun penelitian masih meragukan hubungan psikologis wanita dengan rasa sakit pada gastrointestinal (GI) dan sistem menstruasi. Sebuah hipotesis menyatakan bahwa saluran GI merespon perubahan tingkat hormon, seperti progesterone, yang menyebabkan pembengkakan, diare, dan/atau konstipasi (sembelit) selama siklus menstruasi.

Selain itu selama siklus datang bulan wanita, prostaglandin yang dikenal sebagai kondisi iritasi yang serius diproduksi dalam jumlah banyak (hormon prostaglandin adalah hormon yang menyerupai sebuah substansi yang secara langsung mempengaruhi kerja jaringan kapan saja terjadi berkontraksi sehingga menyebabkan timbulnya kram perut).

Ada beberapa obat yang direkomondasikan untuk meredakan sakit saat datang bulan dan dapat mengatasi iritasi pada GI misalnya, jenis NSAIDS: NonSteroidal Anti-Inflammatory Drugs, seperti ibuprofen. Sebuah kajian yang khusus membahas masalah ini telah diterbitkan dalam American Journal of Gastroenterology pada Oktober 1998 yang menunjukkan wanita yang mengalami sindrom iritasi perut atau juga dikenal dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS), dan juga disebut Inflammatory Bowel Disease (IBD) seperti penyakit Crohn atau ulcerative colitis lebih sering terjadi pada wanita yang mengalami masalah pencernaan dibandingkan pada wanita yang menderita masalah perut serius.

Semua wanita yang mengalami iritasi pada GI selama siklus datang bulan tidak mengalami IBS ataupun IBD, meskipun harus selalu memeriksakan diri jika terdapat gejala yang serius.

Berikut ini beberapa web sites yang membahas masalah tersebut yaitu: American College of Gastroenterology National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) The American Gastroenterological Association.

Wanita yang mengalami dysmenorrhea (kram perut selama siklus datang bulan) cenderung mengalami masalah fungsi usus. Tetapi Anda dapat meminimalkan rasa tidak nyaman selama siklus datang bulan tersebut dengan:

- Menyeleksi dan memilih makanan yang Anda konsumsi selama siklus datang bulan

- Konsumsilah biji-bijian kaya serat, seperti roti olahan gandum 100% atau beras merah, dan banyak makan sayur, kurangi konsumsi gula, garam, makanan pedas, serta kafein.

- ” De-stressing”(kurangi stres)

- Selalu melakukan teknik-teknik penenangan diri, seperti melakukan meditasi, yoga, ataupun hanya berbagi rasa dengan seseorang

- Berolahragalah secara rutin Olah raga secara rutin dapat mengurangi strees dan membantu sistem pencernaan Anda berfungsi lebih baik.

- Menghindari pemakaian obat diet misalnya Acutrim, karena mengandung mineral yang tidak baik untuk tubuh

10 Mitos Penyebab Keguguran

Kita memang masih hidup di alam mitos. Dari soal kemampuan mistis Mak Erot, sampai bagaimana memudahkan rezeki. Namun, mitos yang paling sulit dibantah adalah kepercayaan sebagai penyebab keguguran bagi ibu yang mengandung. Mitos itu kadang begitu tak masuk akal, tapi sangat dipercaya. Aneh, ya?

Mungkin Anda pernah dengar, ibu hamil dilarang melihat orang mati. Ini ditakutkan membuat anaknya keguguran karena "diminta" sama yang meninggal tadi. Aneh kan? Tapi begitulah kepercayaan, dipercaya dan diyakini.

Satu dari empat wanita hamil beresiko mengalami keguguran, demikian catatan ahli medis, jadi memang jangan sepelekan risiko keguguran ini, terutama jika ini kehamilan pertama Anda. Setiap ibu hamil bisa meminimalkan risiko keguguran, salah satunya dengan menghindari berbagai pencetusnya. Ini dia penjelasan tentang sepuluh mitos keguguran. Berdasarkan wawancara Dr Dedi Arman Siabi dari RS Hermina Bekasi, yang kami sarikan dari tabloid ibu-anak.

Seks. ''Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan seksual pada 12 minggu pertama kehamilannya'', demikian nasehat banyak dokter kandungan. Padahal sebenarnya belum ada penelitian medis yang membuktikan hubungan seksual menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, silakan saja.

Olahraga. Latihan olahraga yang teratur dalam porsi cukup selama kehamilan bagus untuk Anda dan bayi. Sama sekali tidak ada resiko keguguran, asalkan Anda tidak terlalu lelah melakukannya. Tetapi sebaiknya jangan memulai jenis olahraga baru yang belum pernah Anda lakukan pada saat sebelum hamil.

Perjalanan udara. Tidak ada bukti yang menyebutkan bepergian naik pesawat terbang menyebabkan keguguran, entah itu perjalanan singkat maupun panjang.

Pemeriksaan ultrasonografi. Banyak ibu-ibu takut menjalani pemeriksaan ultrasonografi - termasuk untuk pemeriksaan USG untuk mencek perkembangan janin di dalam rahim -karena pernah mendengar USG dapat menyebabkan keguguran. Sebenarnya pemeriksaan USG tidak terbukti dapat meningkatkan risiko keguguran, meski memang, sejumlah ibu yang menjalani beberapa kali pemeriksaan USG selama kehamilannya ternyata melahirkan bayi-bayi kidal.

Sauna. Sebuah studi tahun 1970-an mengaitkan mandi sauna dengan sejumlah problem kehamilan, risiko terbesarnya adalah keguguran. Tetapi penelitian ini tidak dikonfirmasi lebih lanjut. Namun untuk mencegah janin di dalam kandungan menderita panas berlebih. Mandi sauna sebaiknya dibatasi hanya 10 menit, dan sebaiknya hindari air yang terlalu panas.

Kopi. Penelitian menyebutkan jika ibu hamil minum lebih dari enam gelas kopi, teh, atau cola per hari, makan berisiko tinggi mengalami keguguran. Karena itu pula secara alamiah tubuh seringkali menyortir diri dengan "menolak" kopi pada minggu-minggu pertama kehamilan.

Sinar-X. Satu kali pemeriksaan dengan Sinar-X atau X-Ray selama kehamilan tidak akan menyebabkan keguguran, menimbulkan masalah pada kehamilan, atau berbahaya bagi janin. Meski demikian, dokter biasanya sangat berhati-hati dalam penggunaan X-ray pada ibu hamil, dan tidak pernah merekomendasi suatu seri terapi X-Ray pada ibu hamil sebelum usia kehamilannya 8 minggu.

Menggunakan Komputer. Jika ibu bekerja dengan komputer, tidak perlu khawatir radiasi layar monitor menyebabkan keguguran. Studi yang dilakukan secara intensif dan detail telah menunjukan memang tidak ada hubungan antara penggunaan komputer dengan keguguran atau problem persalinan lainnya, meski Anda sepanjang hari mengetik di keyboard sekali pun.

Penggunaan Microwave dan Oven. Baru-baru ini ada laporan di media massa yang menyebutkan radiasi microwave berpeluang mencetus problem kehamilan, namun laporan ini tidak didukung penelitian ilmiah. Hal ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa belum ada penelitian terhadap benda elektronika sejenis di sekitar ibu hamil yang radiasinya menyebabkan keguguran.

Cabut Gigi. Jika Anda memiliki tambalan dari tembaga pada gigi Anda, tidak perlu mengeluarkannya saat hamil karena takut membahayakan kehamilan. Tambalan tembaga yang diperuntukan gigi tidak mengandung merkuri, yang mana jika tubuh terpapar merkuri dalam jumlahnya hal ini dikatakan dengan risiko keguguran. Ahli medis pun tidak menganjurkan ibu hamil mengganti jenis tambalan giginya saat itu juga.

Minggu, 11 Mei 2008

Bayi Normal Butuh Tidur 16 Jam Sehari

Sebagai seseorang yang baru lahir ke dunia, seorang bayi memang tidak tahu apakah ia berada di siang hari atau malam hari. Tugas orang tua adalah menjaga agar sang bayi mendapatkan tidur yang cukup setidaknya 16 jam sehari dimana disetiap empat jam sekali sang bayi harus mendapatkan suplay makanan.

Suplay makanan itu tidak dipedulikan oleh sang bayi apakah terjadi pada malam hari atau siang hari. Karena dengan perut yang kecil, sang bayi tidaklah cukup lama bertahan dari rasa lapar ketika dirinya disusui oleh sang ibu.

Ketika masih bayi, seorang bayi mengalami jenis perbedaan tidur: drowsiness, REM (rapid eye movement) sleep, light sleep, deep sleep, dan very deep sleep. Setelah beranjak dewasa dengan semakin bertambahnya usia maka jenis-jenis tidur itu semakin lama semakin bertambah atau berkurang.

Banyak ahli menilai sebaiknya orang tua tetap menjaga agar bayinya tidak terlalu panjang dalam tidurnya tanpa didampingi sang ibu. Karena sang ibu harus tetap memberikan ASI setiap 4 jam sekali.

Yang lebih penting adalah menjaga kondisi disekitar bayi ketika tidur agar bisa bernafas dengan sempurna. Biasanya banyak mainan dan berbagai jenis perlengkapan bayi berada disekitar bayi ketika tidur.

Karena jika hal ini tidak diperhatikan maka banyak kejadian bayi yang mengalami kematian mendadak dan jaga agar bayi tidak tidur dengan muka tengkurap, karena bisa menghalangi jalanya pernafasan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More