Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Nyeri Tulang Saat Udara Dingin

Beberapa orang kerapkali mengeluhkan tulang yang sakit saat udara dingin. Sebenarnya ini pertanda sakit apa sih? Keluhan ini merupakan salah satu yang paling sering ditanyakan pembaca ke Konsultasi Tulang.

Pertanyaan seputar nyeri sendi saat udara dingin antara lain dilayangkan oleh Mobiana (21). Ia mengaku telah 4 tahun sering megalami linu yang sakit sekali pada saat keadaan dingin. "Saya sering ke dokter tapi semua jawaban hanya masalah alergi hawa dingin gitu saja, padahal saya berharap ada jawaban yang sangat akurat, tapi belum saya dapatkan sampai saat ini. Soalnya apa, tanda-tanda yang saya alami tidak beda jauh dengan rematik dan sejenisnya. Tapi jawabannya tidak masalah itu. Yang jadi pertanyaan saya, penyakit apa yang menyerang tulang saya Dok?"

Menurut pengasuh Konsultasi Tulang , dr Benedictus Megaputera, MSi, SpOT, udara dingin dapat memicu timbulnya nyeri sendi, tetapi hal ini ini bukan disebabkan oleh udara dingin itu sendiri. Terjadinya perubahan tekanan udara (barometrik) di saat udara dingin, yaitu tekanan udara menurun, maka terjadi penurunan tekanan udara. Saat itu terjadi, jaringan tubuh mengembang (ekspansi).

"Mengembangnya jaringan inilah yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Bila kondisi ini yang terjadi, maka terapinya adalah membuat perubahan tekananan udara menjadi tidak terlalu besar bagi tubuh Anda, yaitu masuk ke dalam ruang yang hangat atau menutup tubuh dengan pakaian tebal atau hangat," ucap dr Benedictus yang juga dosen tetap di Fakultas Kedokteran Unika Widya Mandala Surabaya.

Nyeri tulang juga bisa dipicu penyebab lain yaitu Rheumatoid Arthritis (RA) dan Systemic Lupus Eritematosus (SLE). Keduanya merupakan penyakit keradangan sendi akibat proses gangguan sistem kekebalan tubuh (autoimmune).

dr Benedictus menyarankan jika keluhan ini dirasakan, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter spesialis orthopaedi di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan saran terapi yang terbaik sesuai dengan keluhan. Selain itu, diperlukan pula memeriksa rentang gerak sendi dan memeriksa apakah ada perubahan bentuk sendi. Pemeriksaan penunjang ini dilakukan melalui pemeriksaan darah dan rontgen.

Pemeriksaan fisik meliputi beberapa pemeriksaan yaitu bertujuan untuk mengetahui rentang gerak sendi dan mengevaluasi stabilitas sendi. Pemeriksaan penunjang terhadap persendian, meliputi foto rontgen (xray) yang bertujuan untuk mengetahui kondisi tulang atau sendi. Sedangkan Magnetic Resonance Imaging (MRI) bertujuan untuk mengetahui keadaan struktur jaringan lunak/non tulang.

"Pemeriksaan-pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui penyebab (mendiagnosis) keluhan Anda sehingga dapat dilakukan perencanaan terapi yang tepat dan terakurat," tutupnya.

Senin, 01 September 2014

Jenis-jenis Penyakit di Seputar Jantung

Penyakit jantung adalah istilah yang digunakan menggambarkan sejumlah penyakit yang memengaruhi kesehatan jantung. Istilah penyakit jantung kadang sering merujuk penyakit kardiovaskuler. Padahal, masih banyak penyakit lain yang juga termasuk dalam gangguan jantung.

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner sering kali disebut penyakit jantung saja terjadi akibat penimbunan plak di pembuluh arteri selama bertahun-tahun. Penimbunan plak itu menghalangi aliran darah di pembuluh arteri. Pembuluh arteri ini seharusnya lembut dan elastis, namun karena penimbunan plak menjadi sempit dan kaku sehingga sangat mengurangi aliran darah ke jantung. Jantung menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkan. Itulah terjadinya serangan jantung.

Penimbunan plak di pembuluh arteri ini tidak terjadi dalam semalam. Penimbunan terjadi sejak usia muda. Kolesterol mulai menimbun di dinding pembuluh darah selama bertahun-tahun. Ketika kita berusia lanjut, plak telanjur besar membuat radang dinding pembuluh dan meningkatkan risiko pembekuan darah dan serangan jantung.
Aritmia Jantung
Jantung adalah organ tubuh yang menakjubkan. Jantung berdetak dalam ritme yang ajek sekitar 60 sampai 100 kali setiap menit. Namun, ada juga kalanya jantung berdetak tak sesuai ritme. Detak jantung yang tak normal disebut aritmia. Penyakit jantung yang sering kali disebut disritmia ini terjadi perubahan ritme sehingga menimbulkan detak jantung tak teratur atau perubahan detak. Jantung jadi berdetak sangat lambat atau sangat cepat.
Gagal Jantung
Istilah gagal jantung ini tentu bikin miris. Namun, bukan berarti jantung jadi gagal atau berhenti berdetak. Penyakit ini artinya jantung tidak memompa darah sebaik seharusnya. Hal ini kemudian menyebabkan penahanan air di dalam tubuh sehingga terjadi pembengkakan dan kesulitan bernapas. Tubuh bengkak dan napas pendek-pendek adalah gejala utama gagal jantung.

Gagal jantung adalah masalah kesehatan utama di Amerika Serikat. Kurang lebih ada lima juta orang Amerika Serikat yang memiliki masalah ini. Kurang lebih 550 ribu orang terdiagnosis menderita gagal jantung setiap tahun. Penyakit ini juga yang jadi penyebab utama perawatan di rumah sakit buat orang di atas usia 65 tahun.
Penyakit Katup Jantung
Katup jantung terletak di pintu keluar dalam masing-masing empat ruangan jantung dan tugasnya menjaga aliran darah satu arah lewat jantung. Katup jantung bisa rusak karena berbagai hal, misalnya penyempitan, kebocoran, atau penutupan yang tak sempurna. Gejala penyakit ini berupa kelelahan, napas pendek-pendek, detak jantung tak teratur, kaki atau pergelangan kaki bengkak, nyeri dada.

Kelainan Jantung Bawaan
Penyakit ini adalah jenis kelainan pada satu struktur atau lebih di jantung atau pembuluhnya. Kelainan ini terjadi sebelum dilahirkan. Kelainan ini terjadi pada delapan per 1.000 anak. Kelainan jantung bawaan ini bisa menampakkan gejala pada saat kelahiran, masa kanak-kanak, atau kadang sampai remaja.

Hingga saat ini para ahli masih belum tahu mengapa kelainan ini terjadi. Faktor keturunan mungkin berperan. Termasuk juga paparan infeksi virus, alkohol, atau obat-obatan terhadap janin selama kehamilan.
Kardiomiopati
Jenis penyakit jantung ini adalah kelainan pada otot jantung. Orang dengan penyakit ini sering kali disebut mengalami perbesaran jantung. Jantungnya mengalami perbesaran, kekakuan, penebalan tak normal. Akibatnya, kemampuan jantung untuk memompa darah jadi melemah. Tanpa pengobatan yang benar, kardiomiopati bisa memburuk dan seringkali menyebabkan gagal jantung dan ritme jantung tak normal.
Perikarditis
Ini adalah peradangan di lapisan yang membungkus jantung. Penyakit ini termasuk langka dan sering kali disebabkan oleh infeksi.
Penyakit Aorta
Aorta adalah pembuluh arteri besar yang meninggalkan jantung dan membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Kelainan ini menyebabkan aorta melebar atau robek sehingga meningkatkan risiko kejadian berbahaya, seperti penebalan pembuluh arteri, tekanan darah tinggi, penyakit genetik Sindrom Marfan (orang dengan Sindrom Marfan memiliki jaringan konektif termasuk di antaranya jaringan jantung dan pembuluh darah yang kekuatannya berkurang karena pembuatan zat kimia yang tak normal). Mereka dengan penyakit ini harus ditangani oleh tim ahli jantung dan bedah jantung berpengalaman.

Minggu, 02 Februari 2014

5 Virus yang Lebih Mematikan dari Ebola

Wabah virus ebola di Afrika Barat yang kini telah menewaskan lebih dari 1.000 orang mengkhawatirkan banyak orang di dunia. Virus ebola memang memiliki keganasan yang tinggi. Menurut Insititusi Kesehatan Nasional, tingkat mortalitas pada wabah yang sekarang terjadi mencapai 60 persen.

Meski demikian, para ahli tidak hanya mengkhawatirkan ancaman ebola karena masih banyak virus lain yang jauh lebih berbahaya. Menurut Cecilia Rokusek, ahli kesehatan masyarakat dari Florida, ada beberapa virus yang menjadi sumber penyakit di negara berkembang.

Angka kematian akibat virus-virus ini cenderung lebih rendah dibanding Ebola, tetapi penyakit ini merupakan ancaman di negara berkembang dan membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya.

Berikut kelima virus berbahaya tersebut:

1. Rabies
Virus ini menyebar lewat air liur dan gigitan hewan yang terinfeksi rabies, seperti anjing, monyet, atau kelelawar. Mereka yang digigit hewan harus langsung menerima vaksin rabies untuk mencegah infeksi. Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka telah tergigit, khususnya oleh kelelawar.

Rabies juga memiliki tingkat kefatalan tertinggi dari virus lain. Di AS, hanya tiga orang yang dapat bertahan hidup tanpa menerima vaksin setelah diserang virus tersebut. Menurut WHO, tiap tahunnya hampir 55.000 orang tewas karena rabies di Afrika dan Asia.

2. Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Autoimmune Deficiency Syndrome (AIDS)
Walau jumlah kematian karena HIV cenderung menurun beberapa tahun belakangan, pada tahun 2012, sebanyak 1,6 juta orang di seluruh dunia meninggal karena HIV dan AIDS.

Virus ini menyerang sel imun tubuh seseorang dan melemahkan sistem pertahanannya. Lama-kelamaan, penderita akan kesulitan untuk melawan penyakit-penyakit lain. Jika sudah sampai pada tahap AIDS, penyakit flu pun bisa membuat penderita meninggal dunia.

Sejak penyakit ini ditemukan pada 1981, AIDS telah membunuh 650.000 orang di Amerika, dan diperkirakan 36 juta orang di seluruh dunia. Meski hingga ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS, pemberian obat antiretroviral (ARV) bisa membuat penderita hidup lebih lama.

3. Influenza
Ya, flu memang tidak seseram dua virus sebelumnya. Akan tetapi, influenza membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya dibanding ebola. Jumlah persis korban yang meninggal memang masih dalam perdebatan, tetapi CDC menduga angka kematian karena flu musiman di AS adalah 3.000 hingga 49.000 jiwa per tahunnya.

Musim flu juga bervariasi mulai dari tingkat keparahan dan lamanya, tergantung jenis virusnya. Menurut CDC, wabah seperti influenza A (H3N2) membunuh dua kali lipat dibanding influenza A (H1N1) atau influenza B.

Patut diingat, influenza sangat menular. Diperkirakan 3 juta hingga 5 juta orang sakit parah setiap tahunnya karena influenza. WHO mencatat 250.000 sampai 500.000 kematian per tahun karena flu. Virus ini lebih banyak menyebabkan penyakit daripada membunuh. Meski demikian, para profesor dan dokter menyarankan imunisasi flu tahunan sebagai langkah pencegahan.

Vaksin flu memberi imunitas dari influenza A atau B, tetapi virus juga bisa mengalami mutasi dan menghasilkan tipe baru. Pandemi influenza terbaru adalah swine flu atau flu babi.

4. Virus dari nyamuk
Virus ini menyebar lewat gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. WHO dan CDC mencatat, penyakit seperti DBD, demam kuning, ataupun West Nile virus (WNV) telah membunuh 50.000 orang di seluruh dunia. Selain virus, parasit penyebab malaria juga membunuh 600.000 orang tiap tahun.

CDC memperingatkan bahwa 40 persen dari populasi dunia atau sekitar 2,5 juta orang terancam bahaya serius tertular penyakit dari nyamuk. Mereka juga mengklaim, penyakit DBD yang marak di Amerika Selatan, Meksiko, Afrika, Asia, termasuk Indonesia, telah membunuh 22.000 orang per tahun.

Penyakit DBD juga berpotensi menyebar antar-negara karena perpindahan manusia yang semakin mudah. Lain cerita dengan WNV, virus yang menyerang saraf ini disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi virus ini dari burung.

5. Rotavirus
Virus yang menyerang saluran pencernaan ini berakibat fatal pada anak-anak. CDC mengklaim, terdapat hampir 111 juta laporan gastroentritis tiap tahun dari seluruh dunia. Mayoritas dari penderita masih balita dan 82 persen kematian terjadi di negara berkembang.

Vaksin untuk rotavirus sudah ditemukan di AS pada 1998, tetapi ditarik kembali dari peredaran karena alasan keamanan. Barulah pada 2006, sebuah vaksin ditemukan dan direkomendasikan bagi anak-anak berusia dua bulan ke atas.

Meski kini beberapa jenis vaksin sudah dikembangkan untuk mencegah infeksi virus seperti DBD atau rotavirus, menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga wajib diperhatikan.

Selasa, 10 Juni 2008

Minyak Ikan Cegah Kebutaan

MENGONSUMSI makanan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 seperti minyak ikan ternyata mampu mambantu menghindari risiko gangguan penglihatan, demikian hasil tinjauan sebuah riset.

Seperti dimuat dalam jurnal The Annals of Ophthalmology, tinjauan riset para ahli Australia menyatakan omega-3 dapat menekan risiko seseorang menderita gangguan penglihatan degeneratif yang disebut age-related macular degeneration (AMD) hingga 30 persen lebih. Namun begitu, peneliti sama sekali tidak menganjurkan setiap orang untuk banyak mengonsumsi omega-3 jika hanya ingin terhindar dari ancaman ini.

Dalam istilah medis, AMD merupakan kondisi memburuknya penglihatan secara progresif dan tidak bisa diperbaiki akibat penipisan dan pendarahan di sekitar macula atau daerah pusat retina mata. Penderita AMD, yang kebanyakan berusia 60 tahun ke atas, biasanya kehilangan kemampuan untuk melihat secara detil. Pada beberapa kasus yang parah, penderita AMD bisa dikataka buta meski masih memiliki sedikit kemampuan untuk melihat.

Sejumlah riset selama ini kerap menghubungkan asam lemak omega-3 dengan beragam manfaat kesehatan. Salah satu yang paling signifikan adalah rekomendasi penelitian bahwa omega-3 dapat membantu penderita sakit jantung.

Kali ii, para ahli dari Universitas Melbourne mencoba membuat review atau tinjauan atas hasil sembilan penelitian mengenai kaitan omega-3 dan AMD. Sembilan riset ini secara total melibatkan 88.974 partisipan dan lebih dari 3,000 di antarnya mengidap AMD.

Melakukan tinjauan seperti ini menurut peneliti akan memberi kekuatan dari segi statistik dan analisis lebih komprehensif ketimbang masing-masing riset yang hanya memperhitungkan sejumlah faktor ata kemungkinan.

Hasil tinjauan menyimpulkan bahwa mengonsumi ikan sekurangnya dua kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko menderita AMD. Penurunan risiko sebesar 38 persen ditemukan pada partisipan yang tercatat paling banyak mengonsumsi omega-3 dibandingkan mereka yang sedikit mengonsumsinya.

Pimpinan riset Dr Elaine Chong menegaskan, asam lemak omega-3 merupaka komponen vital untuk kesehatan retina. Ada kemungkinan bila seseorang kekurangan zat ini akan lebih rentan terhadap AMD karena sel-sel pada retina mata selalu memperbarui secara alami.

Walau asupan omega-3 berkaitan dengan risiko AMD, Chong belum menganjurkan konsumi rutin menginngat masih minimnya bukti penelitian. "Meskipun meta-analysis mengindikasikan bahwa konsumi ikan dan makanan mengandung omega-3 berhubungan dengan rendahnya risiko AMD, belum ada cukup bukti dari literatur saat ini yang mendukung konsumsi rutin bagi pencegahan AMD," tegas Chong.

Rabu, 14 Mei 2008

Jangan Remehkan Rasa Sakit Seperti Maag

Radang pada empedu yang terbungkus omentum kadang tak terdiagnosa lewat USG. Rajiman (44 tahun) kerap menderita rasa sakit di bagian ulu hatinya. Derita yang mirip sakit maag ini bahkan telah dirasakannya sekitar 20 tahun. Pemeriksaan ke dokter dan pemantauan lewat USG (ultrasonografi) tak pernah menemukan penyebab keluhannya. Ketika rasa sakit kembali menderanya, bedah laparoskopi pun menunjukkan, Ia ternyata menderita cholecystitis (radang empedu). Menurut ketua SMF Bedah Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr HM Jisdan Bambang Yulianto, SpB, penyakit radang empedu ini memang tidak terdiagnosa karena kantong empedunya sudah terbungkus oleh omentum (salah satu bangunan di dalam rongga perut). Hal itu baru diketahui saat laparoskopi bahwa omentum menumpuk di kantong empedu dan lengket di sela-sela liver kanan maupun kiri. Mau tak mau, saat itu juga diputuskan untuk dilakukan pengangkatan kantong empedu dengan operasi laparoskopi. Sang pengemulsi lemak Jisdan mengatakan, pada prinsipnya kantong empedu adalah kantong yang dipakai untuk menampung cairan empedu yang berupa garam empedu dan lemak. Garam empedu itu dibutuhkan untuk membantu sistem pertahanan tubuh yang dikenal sebagai keseimbangan asam basa. Selain itu juga di dalam kantong empedu ada ekstrak empedu yang dipakai untuk mengemulsi lemak. Pada keadaan tertentu, akibat kesalahan makan dengan lemak yang berlebihan dan kadang disertai kuman yang masuk, maka terjadi proses pengendapan dari ekstrak lemak. Kemudian bisa menimbulkan permasalahan berupa pembentukan inti batu empedu (cholelithiasis). Cholelithiasis ini bisa menimbulkan peradangan empedu (cholecystitis). Sebaliknya, cholecystitis bisa menimbulkan batu empedu. Jisdan mengakui, cholecystitis memang kadang sulit diketahui dan keluhan subyektifnya memang hampir sama dengan sakit maag atau keluhan ''masuk angin'' biasa. Kecuali bila cholecystitis ini telah menimbulkan permasalahan yang spesifik, seperti kulit kuning, dan terbentuk batu empedu (cholelithiasis) yang menyumbat total di saluran empedu. Karena hal itu akan menimbulkan rasa ''sebah'' di perut seperti maag disertai nyeri di ujung tulang belikat atau titik boas, kata ahli bedah laparoskopi ini. Nyeri di titik boas itu merupakan salah satu ciri khas penyakit gangguan empedu. Untuk lebih jelasnya, bisa dilkakukan pemeriksaan dengan USG. Selanjutnya Jisdan mengatakan, apabila terjadi peradangan, empedu terus-menerus akan membengkak. Empedu akhirnya tidak bisa memproduksi sesuai dengan kapasitasnya yang seharusnya dan berisiko menimbulkan kebocoran empedu. Apabila peradangan cukup berat akan mengakibatkan perlengketan di beberapa tempat, terutama di liver dan usus besar. Hal itu yang paling banyak terjadi. Kalau radang empedunya berlanjut dan meradang di dekat liver, maka akan menimbulkan nyeri di pundak (kerr). Nyeri di pundak terjadi karena ada peradangan yang melibatkan saraf di diafragma (sekat rongga badan). Itu berarti sudah ada peradangan yang melewati pada dinding kantong empedu dan ini sudah komplikasi. Nyerinya bisa kanan maupun kiri dan hilang-timbul. Makin lama rasa sakit ini semakin berat dan akhirnya nyeri menetap. Jika batu empedu cukup banyak, maka sebagian batu empedu ini bisa masuk ke saluran empedu --yang menghubungkan liver dengan usus 12 jari. Maka, sumbatan pun bisa terjadi. Bila penderita mengalami sumbatan itu, maka warna kulit menjadi kuning dan kelopak mata menjadi kuning. Pada kondisi itu orang bisa mengalami komplikasi yang buruk lagi sampai terjadi komplikasi di otaknya. ''Itu yang dikenal dengan keracunan bilirubin,'' tutur dia. Pada mereka yang kebetulan ditemukan dengan komplikasi, kadang komplikasi berupa terbentuknya tumor. Peradangan di empedu yang disebabkan oleh tumor, kadang karena adanya penyempitan, atau polip di empedu. Terbentuknya tumor ini biasanya terjadi pada orang yang memang punya bakat tumor. Di luar kasus itu ada kasus empedu yang membengkak disebabkan oleh tumor di pankreas, dan operasinya sangat rumit, jelas Jisdan. Karena itu, kata dia, apabila seseorang mengalami peradangan di kantong empedu, sebaiknya harus diangkat kantong empedunya. ''Sehingga cepat atau lambat akan menimbulkan masalah sakit perut yang kambuh-kambuhan, pembentukan batu yang makin banyak,'' saran dia. Namun demikian, ia menambahkan, kalau radang empedu tidak menimbulkan risiko yang berlebihan atau komplikasi yang tidak mengancam jiwanya, maka bisa meredakan peradangan dengan obat dulu. Kalau radangnya sudah reda, baru dilakukan tindakan operasi laparoskopi. Hindari lemak Jisdan mengakui, sebetulnya mencegah cholecystitis dan cholelithiasis tidak mudah. Namun, karena ini salah satu bagian dari sistem pencernaan, maka sebaiknya menjaga makanan yaitu jangan makanan dengan kadar lemak tinggi. ''Apalagi kita hidup di daerah tropis, sehingga lemak itu hanya dibutuhkan minimal sekali,''tuturnya. Alkohol juga akan memicu permasalahan-permasalahan di empedunya, karena itu sebaiknya dihindari minum alkohol. Selain itu juga sebaiknya makan makanan yang tidak terkontaminasi kuman. Karena kuman akan masuk ke dalam pencernaan bersama makanan. Radang empedu maupun batu empedu ini lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan laki-laki yaitu 1 dibanding 2 atau 3. Yang paling banyak menderita penyakit tersebut adalah mereka yang empat F yaitu Fat, Forty, Fertile, dan Female. Dengan kata lain, mereka yang beresiko adalah orang yang gemuk, berusia di atas 40 tahun, subur, dan kebanyakan wanita. ''Dengan diangkatnya kantong empedu Insya Allah tidak masalah, karena kantong empedu ini hanya reservoir, bukan pembentuk utama. Fungsi kantong empedu ini nantinya akan dikompensasi oleh alat-alat tubuh yang lain yang bisa memberikan support dalam proses pencernaan, misalnya di saluran empedu,''tutur Jisdan. Penderita yang sudah diangkat kantong empedunya harus menghindari makanan yang berkadar lemak. Karena makanan berlemak tersebut akan menimbulkan rasa nyeri di ulu hati. Pada enam bulan pertama setelah dilakukan pengangkatan kantong empedu, kadang muncul rasa nyeri di ulu hati, spalagi bila penderita makan makanan berlemak. Tetapi bersama berjalannya waktu, sesudah tubuh melakukan kompensasi-kompensasi secara alamiah, rasa nyeri tersebut akan hilang sendiri,''jelas Jisdan. Ikhtisar Jika merasakan sakit di perut seperti maag dan mengalami rasa nyeri di titik boas (enthong), ada kemungkinan Anda mengalami gangguan empedu.

Selasa, 13 Mei 2008

Autis Tak Terkait Vaksin MMR?

Adanya keterkaitan antara kenaikan pada autis dan vaksinasi MMR baru-baru ini ditolak oleh sebuah penelitian yang menyatakan jika triple vaksin lebih aman dibanding prosedur tersebut.

Penelitian tersebut ditujukan pada pertumbuhan autis pada kanak-kanak untuk mendapat diagnosis tentang kondisi tersebut. Para peneliti yakin jika beberapa orang tua cenderung menyalahkan campak, gondok, vaksin ganda rubella untuk penyandang autis yang mungkin dipengaruhi oleh media.

Professor Brent Taylor dan rekannya dari Royal Free Hospital dan University College Medical School di London menuturkan jika kenaikan yang terjadi mulai tahun 1979 tersebut tidak nyata.

Ketakutan

Seperti yang tertera di Archives of Disease in Childhood, mereka menuturkan jika ketakutan tersebut masih sejalan dengan ketakutan MMR. Para peneliti menuturkan jika kenaikan tersebut mungkin disebabkan karena ‘peningkatan pengenalan serta tumbuhnya kemauan untuk menerima label diagnosa serta sistem catatan yang lebih baik.’

Pada 2001 silam,Autism Research Unit di University of Sunderland melaporkan kenaikan tenfold pada penderita autis lebih tajam dari sebelumnya. Kemungkinan hubungan antara MMR dan autisme terlebih dahulu diterbitkan tahun 1997 silam.

Ketidakpastian

Di tahun berikutnya Dr Andrew Wakefield, yang juga masih bekerja sama dengan Royal Free, mengatakan telah menemukan hubungan antara autisme dan masalah usus yang sangat berhubungan dengan vaksin.

Dr Wakefield sependapat jika vaksin MMR harus ditarik karena ketidak pastian keamanan pada vaksin tersebut. Sedangkan tim Professor Taylor menemukan sebelum para orang tua merasa khawatir dan ketakutan seperti rasa stress domestik, serangan virus yang memicu terjadinya autisme pada anak-anak mereka.

Namun sejak 1997 para orang tua telah menyadari hal tersebut dan memandang kelemahan vaksinasi terutama vaksin MMR.

Para pakar kesehatan pemerintah bersikeras menyatakan dengan tegas bahwa tak ada bukti yang mendukung teori tersebut dan memperingatkan para orang tua agar tak takut untuk memberi anak-anak mereka vaksinasi MMR.

Kurangi Risiko Kanker

Seringkali kita merasa bahwa penyakit kanker adalah penyakit yang sudah ditakdirkan adanya, sehingga kita hanya pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Memang sih penyakit ini dapat diturunkan alias dapat terjadi secara genetik.

Namun menurut Graham Golditz, MD, PhD, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa setengah dari penyakit kanker sebenarnya dapat dicegah. Anda perlu mengetahui kalau Anda mungkin memiliki kendali yang lebih besar daripada yang Anda kira selama ini.

Beberapa penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa faktor gaya hidup memainkan peranan yang lebih besar dibanding faktor keturunan terhadap sebagian besar penyakit kanker. Bahkan lima kanker yang paling banyak merenggut nyawa, memiliki sekian faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Demikian menurut sebuah laporan dalam jurnal Cancer Causes and Control.

Walaupun risiko bagi individu mulai terbentuk pada masa akil balik, tidak ada batasan usia untuk melakukan suatu perubahan gaya hidup. "Mengingat apa yang telah kita ketahui sejauh ini, tidak ada bingkai waktu yang tetap bagi perubahan perilaku. Dan bahkan perubahan gaya hidup yang sedang pun dapat membantu mengurangi risiko kanker anda dalam jangka waktu lama," ujar Karen Antman, MD, seorang pakar di bidang kedokteran dari Columbia University dan direktur Herbert Irving Comprehensive Cancer Center New York City.

Untuk memaksimalkan usaha-usaha pencegahan kanker Anda, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan.

Untuk mengurangi risiko kanker paru:

- Hentikan kebiasaan menghisap rokok dan cerutu.

- Hindari merokok pasif sebanyak mungkin.

- Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran hingga lima porsi

per hari.

- Lakukan tindakan-tindakan perlindungan yang direkomendasikan jika

Anda bekerja di pabrik asbes atau yang mengandung asbestos.

Untuk mengurangi risiko kanker payudara:

- Batasi konsumsi alkohol hingga satu minuman per hari.

- Turunkan berat badan yang berlebih.

- Berolahraga selama tiga jam atau lebih setiap minggu.

- Tingkatkan konsumsi beragam sayuran.

- Tingkatkan konsumsi lemak-lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak

zaitun.

- Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti daging dan produk-produk yang berkadar lemak tinggi.

- Konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaan kontrasepsi oral dan terapi penggantian estrogen.

Untuk mengurangi risiko kanker prostat:

- Tingkatkan konsumsi makanan-makanan yang berbahan dasar tomat.

- Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti daging dan berbagai produk berkadar lemak tinggi.

- Berolahraga selama tiga jam atau lebih setiap minggu.

Untuk mengurangi risiko kanker usus besar:

- Minumlah sebutir tablet aspirin berlapis setiap hari.

- Hentikan kebiasaan merokok.

- Batasi konsumsi alkohol menjadi satu minuman per hari.

- Turunkan berat badan yang berlebih.

- Berolahraga selama tiga jam atau lebih setiap minggu.

- Tingkatkan konsumsi bahan makanan yang kaya folat, seperti bayam, jus jeruk, dan sereal yang diperkaya.

- Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran hingga lima porsi per hari.

- Kurangi konsumsi lemak jenuh, seperti daging dan produk-produk yang berkadar lemak tinggi.

- Lakukan pemeriksaan endoskopi secara berkala.

- Jika Anda seorang wanita, konsultasikan kepada dokter mengenai kontrasepsi oral dan terapi penggantian estrogen.

Untuk mengurangi risiko kanker pankreas (kelenjar ludah perut):

- Hentikan kebiasaan merokok.

- Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran menjadi lima porsi per hari.

- Kurangi konsumsi karbohidrat-karbohidrat sederhana seperti roti tawar dan kentang.

Prof Indrayana Temukan Uji DNA Murah dan Akurat

Pakar DNA Prof DR Indrayana Notosoehardjo menyatakan penelitian yang dilakukannya bertahun-tahun telah menemukan uji DNA (Deoxyribo Nucleid Acid) atau metode biomolekuler yang mudah dan murah.

"Dulu, uji DNA itu mahal, tapi sekarang saya sudah menemukan metode pengecatan yang murah, kemudian untuk menentukan jenis kelamin pun sudah dapat dilakukan dengan meneliti tulang rahang," katanya di Surabaya, belum lama ini.

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 4 Oktober lalu, ahli forensik RSUD dr Soetomo Surabaya itu menjelaskan ketepatan hasil penelitian yang dilakukannya juga sudah 100%.

"Untuk uji DNA di masa lalu melalui banyak tahap karena ada enam locus yang harus diuji, namun sekarang cukup dengan satu kotak bahan seharga Rp20 ribu untuk meneliti sekaligus menggandakan DNA," katanya.

Menurut staf pengajar FK Unair Surabaya itu, identifikasi secara antropologi forensik pun sekarang hanya Rp2 juta, padahal dulunya Rp10 juta.

"Kalau dulu mahal karena belum ada alat identifikasi yang baru dan mudah didapat, tapi sekarang sudah merupakan era biomolekuler, sehingga mudah dan murah. Uji DNA pun dilakukan jika antropologi forensik mengalami jalan buntu," katanya.

Bahkan, katanya, uji DNA saat ini sudah mampu meneliti jasad yang sudah membusuk, karena alat uji DNA untuk jasad yang membusuk sudah ditemukan yakni CT-AR.

"Dengan CT-AR, jasad yang membusuk dan hancur dapat diidentifikasi. Dulu, kita tak dapat melakukannya sehingga jasad Marsinah yang membusuk tak dapat diteliti, tapi sekarang sudah tak ada masalah," katanya.

Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik Unair kelahiran Sidoarjo pada 6 Nopember 1944 itu mengatakan CT-AR itu kini dimiliki Unair Surabaya dan tersimpan di TDC (Tropical Desease Center) kampus C Unair.

"Kami sudah mempraktekkan alat uji jasad yang membusuk dan hancur dalam tragedi bom Bali pada 2 Oktober lalu," katanya.

Ayah dua anak itu menambahkan kecanggihan alat dan metode dalam uji DNA dan indentifikasi forensik di Unair Surabaya itu sudah banyak dikenal di negara asing, sehingga saat ini ada mahasiswa Belanda yang belajar DNA.

"Saya juga dipercaya membantu ahli forensik Polisi Australia dalam identifikasi jasad pada tragedi bom Bali, padahal mereka sudah meminta bantuan ke Jakarta tapi tak ada tanggapan," katanya.

Bahkan, katanya, dirinya sempat diuji Polisi Australia untuk mengidentifikasi dua anak wanita asal Korea yang akhirnya berhasil dengan uji darah selama tiga hari dan uji gigi, sehingga tak perlu uji DNA.

Prof DR Indrayana dikukuhkan sebagai guru besar bersama dengan kandidat guru besar lainnya yakni Prof dr Soetjipto MS PhD yang meneliti Virus Hepatisi C (VHC) dengan pendekatan Biomolekuler.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof Soetjipto menegaskan bahwa penularan VHC saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indoneisa, padahal vaksin untuk VHC belum ditemukan, karena itu perlu ada skrining ketat untuk donor darah dan suntikan narkoba serta tato

Diet Lemak Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Sebuah studi yang telah lama diacuhkan oleh para peneliti kini dibuka kembali, apakah wanita yang melakukan diet tinggi lemak rawan terkena risiko kanker payudara?

Sebuah studi menyatakan bahwa wanita yang mengkonsumsi rata-rata sekitar 90 gram lemak per harinya berisiko ganda dibandingkan yang hanya mengkonsumsi 37 gram lemak perharinya. Namun penemuan tersebut tampaknya mengundang kontroversial, karena banyak sekali terdapat perbedaan, dan sebuah studi menyatakan jika tak terdapat hubungan antara konsumsi lemak dan risiko terserang kanker.

Namun beberapa peneliti yang melakukan studi terakhir menyatakan jika penelitian sebelumnya bisa digunakan sebagai patokan untuk mengukur tipe diet kaum wanita.

Meskipun para penelitian yang lain menuturkan jika diet berperan kecil untuk menentukan apakah seorang wanita menderita kanker.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Lancet medical journal di Cambridge University, Inggris melakukan sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 13.070 wanita yang melakukan diet mulai tahun 1993 sampai 1997.

Para peneliti tersebut memulai penelitian untuk memperbaiki penelitian sebelumnya bahwa diet tak ada hubungannya dengan risiko terkena kanker. Mereka menggunakan metode pengujian kebiasaan wanita dalam berdiet – menggunakan kuisener frekuensi makanan yang dikonmsumsi dan meminta para responden untuk selalu mencatat apa saja yang mereka konsumsi setiap hari.

Pada 2002, sekitar 168 wanita menderita kanker payudara, masing-masing kasus tersebut disesuaikan dengan empat waniat sehat yang berusia sama yang sebelumnya telah mengisi kuisener pada waktu yang sama dengan penderita kanker payudara tersebut.

Seluruh grup dibagi dalam lima kategori yang sama sekitar 170 sesuai dengan lemak yang mereka konsumsi tiap harinya. Dua metode digunakan untuk mengelompokkan wanita dalam satu dari lima kategori tersebut; salah satunya didasarkan pada kuisener dan yang lainnya pada catatan harian.

Kemudian para peneliti akan menghitung secara terpisah kedua metode tersebut, dengan perbedaan risiko kanker pada wanita yang jarang mengkonsumsi lemak dan wanita yang berlebihan mengkonsumsi lemak.

Efeknya memang tak terlihat dalam kuisener frekuensi makanan yang dikonsumsi, ujar Sheila Bingham, perwakilan direktur nutrisi manusia dari Cambridge University. Bingham menyebut kuisener tersebut metodenya sangat mentah dan tak dapat diandalkan.

Namun saat catatan harian digunakan untuk mengkategorikan para wanita tersebut, responden yang mengkonsumsi diet tinggi lemak berisiko dua kali terkena kanker payudara dibanding yang mengkonsumsi sedikit lemak.

Pada kategori terendah, sekitar 14% penderita kanker payudara dibandingkan dengan 20% dalam kelas tertinggi.

Semakin banyak lemak yang mereka konsumsi semakin tinggi juga risiko kanker yang mereka idap.

Para wanita yang mengkonsumsi lemak berkadar tinggi dipandang bukan karena risiko kegemukan yang mereka idap namun lebih karena risiko kanker payudara, seperti berat tubuh dan total kalori yang mereka konsumsi, wanita yang mengkonsumsi lemak jenuh cenderung mengalami dua kali risiko menderita kanker daripada mereka yang sedikit mengkonsumsi lemak.

Pada umumnya para wanita melakukan diet lemak jenuh, sehingga asupan total lemak cenderung seimbang.

Marji McCullough, seorang pakar epidemiology pada American Cancer Society menyatakan bahwa para peneliti tersebut tak setuju dengan hasil kuisener ataupun catatan harian (food diary) yang memang kurang akurat.

Sampai sekarang banyak sekali kita temui studi tentang kanker tersebut, sebut saja penelitian terbaru yang menggabungkan sekitar 7000 kasus kanker dalam delapan penelitian dan menemukan bahwa tak ada risiko yang ditimbulkan karena konsumsi lemak.

“Jika Anda mempertimbangkan bukti-bukti tersebut, Anda akan berasumsi bahwa sedikit sekali lemak yang menyebabkan kanker, tambah McCullough.

Namun, Dr. Elio Riboli, seorang ahli gizi dan kanker menuturkan,”Penelitian ini membuka kembali seluruh penelitian serta hipotesa yang pernah dilakukan sebelumnya untuk mendapat hasil yang lebih baik pada hipotesa apakah lemak jenuh memicu timbulnya kanker.”Seorang wanita cenderung mengembangkan kanker payudara dalam hidupnya sekitar 8% dan 11%, menurut World Health Organization (WHO).

“Artikel ini adalah langkah awal untuk mengidentifikasi penentu diet terhadap risiko kaker payudara,” ujar Riboli, yang bekerja sama dengan International Agency for Research on Cancer milik PBB. “Menggandakan atau mengurangi sekitar 50% risiko kanker tersebut dapat menyelamatkan wanita dari risiko kanker setiap tahunnya.

Banyak sekali studi sebelumnya yang berpatokan pada diet pada kanker payudara dan membandingkan mereka dengan pola makan makan wanita sehat pada usia yang sama, dan hasilnya menyebutkan jika diet tinggi lemak atau lemak jenuh – lemak produk hewani seperti daging, ikan serta produk-produk susu – kecil sekali kaitannya meningkatkan risiko kanker payudara. Meskipun percobaan di laboratorium juga menunjukkan bahwa asupan lemak jenuh dapat memicu risiko kanker payudara.

Sayang begitu banyak penelitian yang dilakukan yang melibatkan para wanita sehat masih gagal menemukan hubungan lemak dan risiko kanker payudara

Ayah Manula Berisiko Kena Schizephrenia

Anak-anak yang memiliki ayah manula berisiko kena schizophrenia pada usia lanjutnya.

Hal itu kemungkinan karena adanya mutasi gen sang ayah, menurut hasil riset terbaru dari Swedia, yang dipublikasikan belum lama.

Kaitan antara usia tua dan schzophrenia telah disebut-sebut sebelumnya, tetapi tidak dapat dipastikan apakah itu karena meningkatnya mutasi dengan bertambahnya umur atau karena faktor keturunan.

Untuk mencari jawabannya, University of Wales College of Medicine di Cardiff, Inggris, dan Gothenburg University di Swedia memeriksa catatan medis 50.087 wamil Swedia yang direkrut pada 1969 dan 1970.

Temuan mereka, yang dilaporkan di British Journal of Psychiatry, memperlihatkan 362 bekas tentara itu mengalami schizophrenia pada 1996. Umur ayah mereka bervariasi antara 19 dan 65. Dalam kelompok pria yang kena penyakit itu, ayah mereka berusia antara 15 dan 75 tahun.

Studi itu menyimpulkan perkembangan schizophrenia naik 30% untuk setiap 10 tahun kenaikan usia sang ayah.

"Data ini mendukung hipotesa bahwa akumulasi mutasi sel kuman mungkin menimbulkan kenaikan pada kecenderungan genetik ke schizophrenia pada keturunannya," ujar Stanley Zammit dari University of Wales.

Serum Dapat Sembuhkan Sejumlah Pasien SARS

Serum yang diambil dari darah pasien pengidap sindrom pernafasan sangat akut (SARS) telah menjadi obat penangkal yang cukup efektif dalam mengobati beberapa pasien yang sebelumnya tidak memberikan reaksi terhadap obat anti-virus, dokter Hong Kong mengatakan Rabu.

Namun mereka mengatakan sejauh ini uji secara standard akan diperlukan untuk membuktikan pengobatan dengan serum tersebut dapat dijadikan sebagai pengganti pengobatan sebelumnya yaitu pemberian Ribavirin dan steroid.

Dokter Gregory Cheng, profesor ahli terapi kedokteran di Universitas Cina mengatakan bahwa 20 orang pasien yang gagal merespons terhadapat pengobatan Rivabirin, diberikan serum SARS, sementara 20 pasien lainnya menerima steroid dalam dosis tinggi.

Serum SARS diambil dari pasien SARS yang telah dikembangkan antibodinya setelah dinyatakan sembuh dari penyakit yang mematikan itu.

"Dari mereka yang diberi serum sebagian besar sembuh dan dapat kembali pulang ke rumah setelah menjalani perawatan selama 21 hari," kata Cheng sambil mengatakan pengobatan dengan pemberian serum sejauh ini tidak menunjukkan adanya efek samping.

Sejak SARS dinyatakan mewabah pertama kali tujuh pekan lalu tercatat 193 orang meninggal sementara 1.646 orang terinfeksi.

Kenaikan jumlah penderita ke tingkat parah telah menimbulkan kekhawatiran dan keraguan akan keefektifan pemberian obat anti-virus Rivabirin yang membawa efek samping yang cukup serius yaitu kerusakan pada hati dan jantung.

Cheng mengatakan 70 orang pasien yang menerima serum 70% diantaranya sembuh setelah melewati perawatan 21 hari namun hal ini tidak dapat membuktikan bahwa pengobatan dengan serum benar-benar efektif.

Ia mengatakan pasien yang sudah lama dirawat di rumah sakit dan dalam keadaan stadium lanjut tidak menunjukkan hasil yang diharapkan karena itu ia mengatakan sejumlah tes dan penelitian tingkat lanjut perlu dilakukan tetapi pengobatan dengan serum dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif.

Sementara itu pihak Gereja Katolik Roma Filipina memerintahkan Rabu agar Gereja menenangkan umatnya yang dicekam ketakutan dan kepanikan akibat rasa takut berlebihan akan SARS.

Uskup agung Jaime Sin mengatakan hal yang dapat kita lakukan adalah menenangkan para jemaat kita bahwa tidak perlu panik dan ketakutan menghadapi wabah itu.

"Kondisi seperti ini akan membawa masyarakat kita kedalam keadaan yang berisiko tinggi karena kurangnya informasi dan penerangan tentang penyakit itu,

Departemen kesehatan Filipina melaporkan tujuh kasus terinfeksi baru Selasa kemarin sehingga jumlah penderita di Filipina menjadi 10 orang.

Apa yang Membuat Seseorang Menjadi Psikopat?

Banyak orang sering mendustai diri mereka sendiri atau menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tak mereka sukai, meskipun sedikit sekali dari mereka yang merasa bersalah dengan kebohongan yang mereka lakukan.

Para ilmuwan menemukan bahwa munculnya kesadaran yang tiba-tiba dapat meningkatkan aktivitas di otak. Intinya lebih banyak membutuhkan usaha untuk berbohong daripada berkata jujur.

Namun seseorang yang memiliki kecenderungan psikopat, berbohong dan berkata jujur sama mudahnya. Saat seorang anak menumbuhkan bakat berbohongnya sekitar usia tiga sampai empat tahun – mereka juga mengembangkan kemampuan untuk berempati.

Namun para peneliti mengungkapan bahwa seorang individu yang agresif serta mengalami gangguan personality antisosial tak mengalami perkembangan tersebut, sehingga mereka tak memiliki panduan moral.

Pengalaman traumatis serta kurangnya kontak dengan orang dewasa bisa menjadi pemicu yang bisa disalahkan.

Kebohongan Itu OK

Alasan mengapa seseorang menjadi psikopat telah dibahas di sebuah konferensi yang bertajuk "Psychopathy and the Problem of Evil"di Sheffield.

Dr Sean Spence dari Universitas Sheffield, yang mengepalai konferensi, menemukan jika area frontal lobe pada otak akan lebih aktif saat seseorang berbakat bohong dibanding saat mereka berkata jujur. Spence akan melakukan studi pada aktivitas syaraf yang terhubung dengan aktifitas kebohongan.

Dr Spence menuturkan,”Saat kita berbohong, ada bagian dari diri kita yang tak ingin memanipulasi bagian yang lain atau bahkan mengambil keuntungan dari bagian itu. Namun pada individu yang psikopat, aktivitas semacam itu tak dapat kita jumpai sehingga kebohongan adalah hal wajar bagi mereka. bahkan tak ada keraguan untuk saat melakukannya.”

Semua ini juga dipengaruhi orang dewasa yang tak memberikan rasa empati saat mereka masih bocah sehingga individu psikopat tak bisa mempelajari contoh yang kerap diberikan orang dewasa, dan memicu berkembangnya gangguan personality antisocial yang agresif.

“Jika mereka pernah mengalami pelecehan seksual ataupun tindak kekerasan, mereka tak akan pernah berhubungan dengan perasaan empati,” tutur Dr Spence yang menekankan jika 'good parenting' merupakan masalah penting untuk mencegah perkembangan kelainan tersebut.

“Bahkan jika seseorang yang pernah mengalami pelecehan seksual, namun paling tidak mereka pernah menjalin hubungan baik dengan orang dewasa maka trauma tersebut tak membuat mereka berkembang menjadi seorang kriminal.”

Diet dan Olah Tubuh

Diet yang dilakukan saat masa kanak-kanak juga mempengaruhi seorang individu menjadi psikopat.

Konferensi yang dipimpin Professor Adrian Raine, seorang psikolog dari Universitas California menuturkan jika dia melibatkan satu kelompok yang terdiri dari anak-anak berusia tiga tahun yang menjalani program diet, latihan serta menjalani simulasi cognitive dalam penelitiannya.

Pada usia 11 tahun mereka menunjukkan peningkatan aktivitas otak saat menjalani brain scan reading (pembacaan otak) dan di usia 23 tahun sekitar 64% mereka yang tak menjalani program tersebut ternyata memiliki catatan kriminal.

Professor Raine menuturkan,”Ini bukan jenis peluru perak untuk menyelesaikan masalah kriminal dan kekerasan, namun aku rasa ini merupakan salah satu pemicu terjadinya kriminalitas. Perilaku keluarga merupakan bibit seorang individu berkembang untuk melakukan perbuatan kriminal yang kerap terlihat dia awal hidup individu.”

Dr Spence menambahkan bahwa pengaruh alkohol serta narkoba juga memicu kerusakan otak yang menyebabkan perilaku psikopat. Namun ada juga individu yang tak menunjukkan tanda-tanda perilaku psikopat malah melakukan hal yang keji dalam situasi yang tak biasa ataupun diluar kendalinya.

“Di Rwanda sekitar 800 ribu penduduk sipil dibunuh secara keji dalam 100 hari, saat itu hampir setiap orang menyebut pembunuhan merupakan hal yang normal – sebuah pengaruh dari perubahan lingkungan.”

Hormon Pereda Gejala Menopause Tingkatkan Risiko Kanker

Pakar kesehatan wanita menuturkan jika penggunaan Hormone Replacement Therapy (HRT) yang biasanya digunakan untuk meredakan gejala yang kerap dialami kaum wanita menjelang menopause terbukti dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

HRT dikenal sebagai terapi pengganti hormon alami tubuh untuk mengurangi gejala-gejala yang timbul saat kaum wanita mengalami menopause seperti rasa tak nyaman dan perubahan suasana hati (mood), selain juga membantu mengurangi risiko osteoporosis atau kerapuhan tulang.

Gabungan Estrogen-HRT dinyatakan memiliki risiko tinggi menyebabkan kanker payudara, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan para ilmuwan di Penelitian kanker Inggris yang membuktikan jika gabungan HRT-estrogen dan progestagen – ternyata memiliki risiko yang lebih berbahaya.

“Risiko yang ditimbulkan gabungan zat tersebut lebih berbahaya daripada tipe HRT lainnya,” tutur Professor Valerie Beral, kepala peneliti di Penelitian Kanker Inggris.

Penelitian yang dilakukan pada lebih dari satu juta kaum wanita pada usia antara 50-64 tahun yang wajib mengisi kuis selama selang waktu dua tahun. Beral dan timnya menemukan jika gabungan HRT lima kali lebih besar memicu kaker payudara seperti gabungan estrogen- HRT.

Hasil pernelitian yang diterbitkan di The Lancet Medical Journal menunjukkan jika pengguna HRT memiliki risiko tingkat kematian lebih tinggi sekitar 22% karena kanker payudara bila dibanding wanita yang tak pernah menggunakannya.

Di negara berkembang wanita pada usia 50-60 rentan menderita kanker payudara pada penelitan kasus pada sekitar 1000 wanita, jumlah yang sama pada wanita yang menggunakan estrogen- jenis HRT selama 10 tahun, dan sembilan kasus yang diteliti pada kaum wanita yang menggunakan gabungan HRT.

“Risiko gejala kanker timbul selang waktu satu sampai dua tahun selama masa pemakaian HRT,” tambah Beral. Namun risiko ini bisa berkurang bila kaum wanita menghentikan menggunakan HRT.

Bukti

Penelitian masih berlanjut untuk membuktikan bahaya pemakain HRT selain untuk membuktikan dampak positif mengkonsumsi obat-obatan. Dua penelitian yang dilakukan menemukan jika HRT tak melindungi kaum wanita dari penyakit jantung bahkan cenderung meningkatkan risiko serangan jantung.

Penelitian kanker Inggris melakukan penelitian HRT dan menyatakan jika kaum wanita yang menggunakan perawatan HRT selama lima menit cenderung meningkatkan risiko kanker payudara, stroke, dan penggumpalan darah di paru-paru namun mengurangi risiko kanker usus serta keretakan tulang pinggang.

Pemakaian kombinasi HRT lebih banyak ditemui di Inggris dan Eropa karena gabungan tersebut cenderung mengurangi risiko timbulnya bibit kanker yang terhubung dengan estrogen- HRT. Beral menyarankan kaum wanita untuk selalu berkonsultasi dengan dokter bila menggunakan HRT.

Beral memprediksikan hasil penelitian HRT dan menaksir naiknya 20 ribu kasus kaker payudara yang meningkat pada wanita usia 50-64 dalam dekade terakhir dan 15 ribu karena mengkombinasikan HRT

Jumat, 09 Mei 2008

Waspadai Penyakit Maag Karena Bakteri

Benarkah penyakit maag muncul karena makan tidak teratur ? Menurut dr. H. Chudahwan Manan DSPD, Gastroeterolog FKUI RSCM, penyakit ini memang disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung. Dan menurut sejumlah ahli penyakit pencernaan, bakteri Helicobacter Pylori, bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit.

Orang tidak akan menduga bahwa jika penyakit ini juga bisa disebabkan oleh keberadaan bakteri. Karenanya, gastroenterolog atau dokter ahli pencernaan belakangan banyak membicarakan makhluk renik ini. Panjang H. pylori 2 - 3 mikron dan lebarnya 0,5 mikron. Bentuknya seperti spiral berekor diselubungi lapisan mirip rambut atau flagela.

Dalam keadaan tidak aktif, makhluk ini berubah bentuk menjadi cocoid yang berlindung dalam kapsulnya. Begitu keadaan memungkinkan baginya untuk aktif, dengan gesitnya ia bergerak. Ia bersarang dan berkembang biak dalam lapisan mukus perut, dalam suasana asam tinggi.

Bakteri ini memerlukan urea (hasil akhir utama dari metabolisme protein mamalia) serta hemin (pigmen merah dalam darah) untuk berkembang biak. Ternyata hanya sel-sel jaringan mukus dalam lambung yang dapat menyimpan nutrisi esensial ini. Tentunya, kalau tidak dibasmi, akan tumbuh subur dan bisa bertahan hidup sampai puluhan tahun dalam lambung manusia sambil menggegoroti daerah di sekitar “rumahnya”. Karena lambung tempat hidup paling nyaman baginya, dia ogah bermigrasi ke organ pencernaan lain seperti usus besar, esofagus.

Penyakit yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak bedanya dengan penderita sakit maag biasa. Yakni mual kembung dan nyeri. Hanya, bedanya berulang kali penyakitnya kambuh. Hanya, pada kasus terparah bisa sampai mengakibatkan muntah dan berak darah.

Karena latar belakangnya itu, maka bakteri ini juga berindah dengan perlakuan menusia yakni melalui ludah dan masuk ke mulut. Misalnya penggunaan gelas, sendok, atau piring makan secara bersama-sama. karena kurang higienis, makanan bisa terkontaminasi faeses yang mengandung bakteri itu.

Dari hasil penelitian dunia gastroenterologi, terjadinya tukak lambung atau tukak usus ternyata bakteri ini 100% memiliki peran. Bahkan berdasarkan diagnosa beberapa pasien yang datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, 90% pasien positif mengidap H.Pylori. Pada pasien penderita gastritik kronik aktif, bakteri ini didapatkan pada 80% kasus. Sedangkan pada penderita tukak lambung 70 - 80%. Bahkan, pada tumor lambung sekitar 60%.

Kata dr. Manan, sumber bakteri ini memang masih dipertanyakan, apakah air yang digunakan untuk mencuci sayuran mentah atau saat mencuci alat makan. Namun cara untuk menemukan bakteri ini perlu menjalani dua tahapan. Yakni cara noninvasif dan invasif.

Noninvasif artinya melalui darah, diperiksa antibodi penderita terhadap bakteri ini. Semakin tinggi antibodinya, semakin besar kemungkinan terinfeksi bakteri ini. Pemeriksaan noninvasif juga bisa dilakukan melalui tinja, urine, atau ludah. Namun, pada anak-anak justru tes melalui urine hasilnya lebih memuaskan. Tes H. pylori melalui darah pada bayi ternyata hasilnya tidak memuaskan walaupun antibodi sang ibu dengan H. pylori positif muncul dalam darah si bayi.

Sedangkan cara invasif dilakukan dengan pengambilan jaringan lambung dengan alat endoskopi. Ada lagi tes urease cepat (RUT, Rapid Urease Test), yakni setelah diambil sampel jaringan lambung, selanjutnya dikulturkan dalam gelas yang sudah diisi cairan khusus. Setelah didiamkan 20 - 60 menit terjadilah perubahan warna (warna merah menunjukkan H. pylori positif tinggi). Jaringan lambung itu dikulturkan dalam konsentrasi oksigen rendah (5%). Tes tidak bisa dilakukan dengan konsentrasi oksigen tinggi.

Ada lagi urea breath test yakni pemeriksaan berdasarkan penelitian napas. Melalui suatu alat khusus, dilihat reaksi kimianya. Pasien diberi minuman yang mengandung unsur urea(13C) ditandai elemen isotopik karbon nonradioaktif. Bila hasilnya positif, gas karbon dioksida 13C akan muncul dalam 10 - 20 menit, berarti bakteri menghancurkan urea. Sebaliknya, kalau hasilnya negatif, unsur 13C karbon dioksida tidak muncul. Pemeriksaan seperti ini belum dilakukan di Indonesia karena alatnya mahal.

Untuk menghilangkan bakteri ini dalam tubuh pasien, menurut dr. Manan tidak mudah. Karena tahapan pengobatan dengan pemberian Three durg treatment yakni tetracyline(TC), metronidazole (MNZ), dan amoxicilin (AMPC) atau clarithromycin (CAM) tidak banyak membuahkan hasil. Bahkan cara penggunaan obat yang keliru bisa menimbulkan efek samping berupa reaksi alergi kulit dan nyeri lambung.

Dianjurkan dr. Manan jika sakit lambung yang tidak kunjung sembuh sebaiknya diperiksa secara lebih teliti. Penyakit maag memang merupakan penyakit umum yang biasanya dapat disembuhkan dengan obat jenis antasid. “Tapi kalau setelah dua minggu diobati penyakitnya tidak juga sembuh, jangan segan-segan untuk memeriksakan diri kembali,” katanya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More