Rabu, 30 Juni 2010

Penyebab ketidaksuburan (infertilitas)

Penyebab infertilitas dapat berasal dari pihak istri maupun suami atau kedua-duanya. Kurang lebih 50% infertilitas disebabkan dari pihak istri, 40% dari pihak suami dan 10% tidak terjelaskan (infertilitas idiopatik). Penyebab infertilitas dari pihak istri biasanya adalah : tuba Falloppii tidak normal, ovulasi tidak normal, adanya endometriosis, organ-organ reproduksi tidak normal (vagina, serviks, korpus atau endometrium ), masalah imunologi dan psikologi. Sedangkan penyebab pada pihak suami biasanya adalah jumlah dan mutu sperma yang tidak normal serta masalah psikologi.

Infertilitas dapat disebabkan oleh :

  1. Gangguan pada hubungan seksual , dapat berupa kesalahan teknik sanggama yang menyebabkan penetrasi tak sempurna ke vagina, impotensi, ejakulasi prekoks, vaginismus, kegagalan ejakulasi, dan kelainan anatomik seperti hipospadia, epispadia, penyakit Peyronie.
  2. Gangguan pada pria .

    Jumlah spermatozoa dan transportasinya yang abnormal
    • Jumlah sperma kurang <>oligozoospermia), gerak spermatozoa lemah dan lambat (astenozoospermia), atau bentuk spermatozoa abnormal (teratozoospermia ), volume sperma <>
    • Varikokel
    • Getah serviks sedikit jumlah
    • Ejakulasi membalik (retrogad )
    • Hormon abnormal
  3. Gangguan ovulasi dan hormonal lain .

    Pembuahan tidak akan terjadi bila istri tidak menghasilkan sel telur (ovum) yang dapat dibuahi. Kegagalan ovulasi dapat bersifat primer yang berasal dari ovarium seperti penyakit ovarium polikistik, atau bersifat sekunder akibat kelainan pada poros hipotalamus-hipofisis.
    • Gangguan ovulasi hipotalamik

      Kegagalan hipotalamus untuk memicu ovulasi adalah masalah gangguan ovulasi yang paling sering terjadi. Gejala-gejala klinisnya adalah amenorea atau oligomenorea, SBB abnormal, kadar LH dan FSH rendah.
    • Penyakit ovarium polikistik

      Gejalanya adalah dilihat dari gambaran USG ovarium membesar dengan banyak kista, peneraan kadar hormon FSH yang rendah, nisbah LH/FSH 2:1 atau 3:1 dan kadangkala dengan peningkatan kadar prolaktin.
    • Hiperprolaktinemia atau peningkatan kadar prolaktin serum dapat menyebabkan galaktorea dan mengganggu fungsi ovulasi.
    • Hiperandrogenemia dengan gejala klinis peningkatan kadar androgen serum, virilisasi, hirsutisme, gangguan haid.
    • Gangguan ovarium dini. Ovarium menghasilkan sel telur yang tidak matang.
    • Gangguan fase luteal. Ovulasi terjadi secara normal tetapi ovarium tidak menghasilkan progesteron yang memadai untuk implantasi
    • Pemecahan kantong telur (folikel) dini sehingga menghasilkan sel telur yang tidak matang
    • Sindrom kantong telur matang tak pecah sehingga sel telur tidak dapat dikeluarkan dari kantong telur matang.
  4. Endometriosis

    Terutama pada endometriosis derajat sedang dan berat dapat mengganggu fertilitas.
  5. Infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes simpleks, klamidia, mikoplasma)
  6. Kelainan pada tempat implantasi: uterus dan endometrium. Bentuk uterus abnormal, miom (tumor jinak) rahim, kerusakan serviks, kelainan kongenital, endometriosis, dan perlekatan uterus.
  7. Kelainan pada saluran telur (tuba Falloppii)

    Hipoplasia kongenital, penempelan fimbria (ujung saluran telur), hambatan tuba karena salpingitis atau peritonitis pelvis, appendisitis, sterilisasi tuba, tuba spasme.
  8. Gangguan peritoneum

    Gangguan imunitas, adanya zat anti terhadap spermatozoa.

Senin, 31 Mei 2010

Pemeriksaan ketidaksuburan (infertilitas)

Pada tahap awal sebaiknya pasutri memeriksakan diri secara bersama-sama, kemudian pemeriksaan suami dan istri dilakukan terpisah. Tahapan pemeriksaan adalah :

I. Tahap wawancara

Tahap awal merupakan wawancara untuk pengumpulan data-data pasien tentang jatidiri, riwayat kesehatan, riwayat perkawinan terdahulu dan sekarang, riwayat infertilitas, riwayat hubungan seksual, dan riwayat reproduksi.

II. Tahap pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik baik suami maupun istri meliputi :

  1. Keadaan fisik secara umum, seperti tinggi, berat, sebaran rambut, dll.
  2. Keadaan alat-alat reproduksi, seperti testis, vagina, klitoris, rahim, dll.
III.Tahap pemeriksaan laboratorium

  1. Pria

    Analisis sperma untuk mengetahui mutu air mani dan spermatozoanya, meliputi jumlah sperma/ml, bentuk, gerakan, jumlah dan persentase yang hidup serta pencairan air mani.

  2. Wanita
    • Pemantauan ovulasi, untuk menentukan apakah ovarium menghasilkan sel telur yang matang. Pemantauan ovulasi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara :

      1. Riwayat siklus haid: siklus haid yang teratur dan normal, nyeri per-tengahan siklus, perdarahan atau peningkatan luah atau cairan va-gina (vaginal discharge), mastalgia prahaid menandakan ovulasi telah terjadi.
      2. Uji pakis: pemeriksaan pada hari ke-23-28 siklus haid, istri diminta datang untuk pengambilan getah serviks dari kanal endoserviks ke-mudian dikeringkan pada gelas objek dan diperiksa pengaruh estro-gen. Jika tidak terdapat pola daun pakis dan kristal getah serviks berarti ovulasi telah terjadi.
      3. Suhu Basal Badan (SBB): SBB diperiksa setiap bangun pagi hari se-belum melakukan aktivitas apapun. Nilainya ditandai pada kertas grafik. Jika wanita berovulasi, grafik akan memperlihatkan pola bifasik dengan tukik pada pertengahan siklus.
      4. Sitologi vagina atau sitologi endoserviks: memantau perubahan pada sel-sel yang tereksfoliasi selama fase luteal (pengaruh progesteron).
      5. Biopsi endometrium (mikrokuretase): dapat dilakukan secara poliklinis dengan pembiusan ringan atau tanpa pembiusan. Dengan memakai kuret kecil. Dilakukan pada 5-7 hari sebelum hari haid berikutnya.
      6. Laparoskopi diagnostik : melihat secara langsung adanya bintik ovu-lasi atau korpus luteum sebagai hasil ovulasi.
      7. Peneraan hormon: menentukan kadar hormon dalam darah, urin mau-pun liur (saliva). Kadar normal dalam satu siklus :

        Jenis

        hormon

        Fase siklus haid

        Satuan

        Praovulasi

        Ovulasi

        Pasca ovulasi

        FSH

        mUI/ml

        5-20

        15-45

        5-12

        LH

        mUI/ml

        5-15

        30-40

        5-15

        PRL

        ng/ml

        -

        5-25

        -

        E2

        pg/ml

        25-75

        200-600

        100-300

        P

        ng/ml

        <5

        5-8

        10-30

      8. Histeroskopi: dapat memperlihatkan lukisan endometrium yang bening kekuningan, yang sesuai dengan fase luteal.
      9. Ultrasonografi: dapat memantau perkembangan folikel dan menentukan saat ovulasi. Pemeriksaan dilakukan secara serial.

    • Penilaian rahim dan saluran telur dapat dilakukan dengan beberapa cara :

      1. Biopsi endometrium: selain untuk penilaian ovulasi, juga dapat untuk pemeriksaan histologik lain, misalnya biakan terhadap tuberkulosis, menilai adanya hiperplasia endometrium. Terkadang dijumpai adanya hiperplasia fokal meskipun siklus berovulasi berdasarkan peneraan homon P plasma pada pertengahan fase luteal. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksan rasio P/E2 dan PRL/E2 bersamaan dengan biopsi endometrium.
      2. Uji insuflasi/pertubasi: CO2 ditiupkan melalui kanal serviks dan dibuat rekaman kymograf terhadap tekanan uterus, perubahan tekanan ber-arti tuba Falloppii paten. Gas ini juga dapat didengar dengan stesto-skop atau dilihat dengan sinar X.
      3. Hidrotubasi: prinsipnya sama dengan pertubasi hanya yang diguna-kan adalah cairan yang mengandung antibiotika Kanamycin 1 gram, deksametason 5 mg dan antipasmodik cair.
      4. Histerosalpingogram: dilakukan pada paro-pertama siklus haid, laru-tan radioopak disuntikkan melalui kanal serviks ke dalam rahim dan saluran telur. Perjalanan larutan tersebut dipantau di layar dengan penguat bayangan.
      5. Histeroskopi : melihat secara langsung keadaan permukaan endome-trium.
      6. Laparoskopi : melihat secara langsung dan menguji patensinya de-ngan menyuntikkan larutan biru metilen atau indigokarmin, dan de-ngan melihat pelimpahannya ke dalam rongga peritoneal. Laparoskopi juga dapat memperlihatkan perlekatan pelvis, endometriosis, dan patologi ovarium tetapi tidak dapat menggambarkan keadaan rongga uterus.
      7. Ultrasonografi atau endosonografi: menilai bentuk, ukuran, serta patologi uterus maupun tebal endometrium.
    • Analisis infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes sim-pleks, klamidia, mikoplasma).
    • Uji pasca-sanggama (UPS) untuk melihat apakah air mani sudah memancar dengan baik ke puncak vagina selama sanggama. UPS dilakukan 2-3 hari sebelum perkiraan ovulasi. Pasien diminta datang 2-8 jam setelah sangga-ma normal. Getah serviks diisap dari kanal endoserviks dan diperiksa de-ngan mikroskop, jika terdapat 20 spermatozoa per lapang pandang besar (LPB= x400) maka kemungkinan hamil cukup besar, antara 1-20 spermatozoa per LPB sudah memuaskan.
    1. Histeroskopi atau teropong rongga rahim
    2. Laparoskopi atau teropong rongga perut
    3. Tuboskopi/Falloposkopi atau teropong rongga salutan telur
    4. Hidrolaparoskopi atau teropong rongga panggul disertai penggenangan cairan
  • IV. Pemeriksaan Lanjutan



    Pemeriksaan endoskopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat teleskop (teropong) yang dimasukkan ke dalam rongga tubuh melalui saluran alami (kanal serviks: pada histeroskopi; kanal servik-rongga rahim, mulut saluran telur: pada tuboskopi/Falloposkopi), suatu pembedahan kecil (di daerah pusar atau umbilikus: pada laparoskopi; di puncak cekungan vagina belakang atau forniks posterior: pada hidrolaparoskopi).

    Ada 4 (empat) macam endoskopi dalam bidang ginekologi:

    Histeroskopi digunakan untuk melihat keadaan saluran mulut rahim, rongga rahim, mulut dalam saluran telur, besarnya rongga rahim, warna atau kejernihan selaput rahim, untuk membedakan polip endometrium dan leiomiom submukosum; untuk memastikan perlekatan dalam rahim dan kelainan bawaan dalam rahim; untuk me-ngenali kelainan-kelainan pada histerogram; serta untuk penatalaksanaan operasi pada sekat rahim yang menyebabkan keguguran berulang.

    Laparoskopi digunakan untuk melihat berbagai kelainan di dalam rongga panggul (pelvis) atau rongga perut (abdomen) misalnya kista (tumor) indung telur (ova-rium), tumor rahim (miom uterus), perlekatan di rongga panggul akibat infeksi atau endometriosis, bintil-bintil (lesi) endometriosis yang tidak terlihat dengan alat ultrasonografi, pembengkakan saluran telur (hidrosalpinks), dan juga bebe-rapa kelainan bawaan rahim seperti rahim dua-tanduk (uterus bikornis) atau tiadanya indung telur (agenesis ovarii).

    Tuboskopi atau Falloposkopi digunakan untuk melihat bagian dalam saluran telur, baik permukaannya maupun rongganya, misalnya adakah perlekatan akibat infeksi, penyempitan bawaan, dan hilangnya bulu getar (silia) selaput lendir (mu-kosa) saluran telur.

    Hidrolaparoskopi merupakan suatu teknik mutakhir untuk melihat suatu gangguan fungsi dan anatomik ujung saluran telur atau cekungan di belakang rahim (kavum Douglas), misalnya perlekatan ujung saluran telur (fimbria), endometriosis, miom uterus subserum di bagian belakang rahim atau kista ovarium.

    Pemeriksaan endoskopi tidak dilakukan begitu saja pada semua wanita, melainkan harus dengan dasar yang jelas, misalnya pada wanita infertil yang telah melaku-kan pemeriksaan infertilitas dasar sebelumnya tetapi belum diketahui penyebab infertilnya, dan pada wanita yang diduga adanya endometriosis, miom, tumor atau kanker rahim.

Selasa, 24 Juni 2008

Bikini Sulap Pria jadi Bodoh

Bikini ternyata jadi sihir tersendiri bagi pria. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pria menjadi bodoh ketika melihat para perempuan mengenakan bikini.

Yang dimaksud bodoh adalah setelah melihat perempuan seksi berbikini, pria tak bisa berpikir jernih selama sesaat. Walaupun sifatnya hanya sementara, namun efeknya cukup fatal.

Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti asal Belgia terhadap 358 pria. Dikutip detikhot dari MSNBC, Jumat (20/6/2008), para pria itu bagi menjadi dua. Kelompok pertama disodori gambar-gambar perempuan seksi berbikini dan video perempuan berbikini. Sedangkan kelompok yang lain disodori gambar pria-pria memakai T-shirt di pinggir pantai.

Setelah itu kedua kelompok tersebut ditawarkan imbalan 15 Euro yang diberikan segera atau melakukan penawaran untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar namun imbalannya tak segera dibayarkan.

Pria pada kelompok pertama lebih banyak untuk memilih segera mengambil imbalan 15 Euro mereka. Sedangkan pria yang melihat gambar laki-laki berpakaian lengkap mayoritas memilih untuk melakukan penawaran dan mendapat imbalan 5-10 Euro lebih banyak.

Para peneliti menyimpulkan, gambar seksi perempuan berbikini itu membuat emosi pria-pria menjadi tidak stabil. Alhasil mereka tidak berpikir panjang dan terburu-buru mengambil keputusan.

Yuk Pilih Camilan Anti Gemuk!

Masa liburan biasanya identik dengan camilan, minim kegiatan, plus bertambahnya berat badan. Yuk pilih camilan sehat anti gemuk!

Sebaiknya lupakan camilan seperti hamburger, chesse cake atau ice cream. Sesekali tidak masalah, namun jika terlalu sering, bobot tubuh Anda dipastikan akan bertambah.

Berikut ini beberapa penganti camilan yang sehat, dan membuat bobot tubuh tetap stabil yang patut Anda pilih.

1. Buah-buahan dan sayur. Dalam setiap menu diet, kedua bahan makanan ini pasti ada. Selai kaya vitamin dan mineral, kedua bahan makanan tersebut juga kaya akan serat yang dapat mengurangi rasa lapar serta memperlancar pencernaan.

2. Kacang dan Biji-bijian. Protein di dalam bahan makanan seperti kacang dan biji-bijian sangat banya, dan lemak yang ada sangat sedikit. Sehingga kedua bahan makanan itu sangat cocok dijadikan camilan saat diet. Namun sebagai saran lebih baik makan kacang dan biji-bijian seperti kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai dan sebagainya. Hindari kacang tanah yang kaya lemak.

3. Agar-agar dan jelly yang terbuat dari rumput laut juga bisa menjadi camilan sehat. Kaya serat dan bisa mengurangi rasa lapar.

4. Yang terakhir, minumlah air putih sebanyak-banyaknya. Hindari minuman yang banyak mengandung gula seperti soda dan sirup.

Liburan sukses, berat badan terjaga. Selamat mencoba

Zat Besi, Cukup 8 Mg Setiap Hari

MESKI kita perlukan, zat besi jangan sampai dikonsumsi berlebihan, apalagi untuk para wanita yang sudah menopause. Bahkan untuk mereka, konsumsi zat besi sebaiknya dihentikan. Demikian diungkapkan dalam Jurnal Neurologi.

Konsumsi zat besi, bila berlebihan, dapat meningkatkan risiko sakit jantung, kanker lever, dan menurut penelitian terbaru justru memicu timbulnya penyakit parkinson.

Konsumsi terbaik setiap harinya, tidak boleh lebih dari 8 miligram sehari atau sekitar secangkir ata seperempat mangkuk bayam yang sudah dimasak.

Seks Asyik Selama Menyusui

Siapa bilang masa menyusui menjadi halangan untuk berasyik masyuk dengan pasangan?

KATANYA, gairah bercinta menurun kalau istri sedang giat-giatnya menyusui. Apa masalahnya? Letih yang mendera ibu? Bisa jadi. Bentuk payudara tidak oke? Inilah yang dirasakan Ida K. (36), ibu 3 anak. Simak saja pengakuannya,

"Si bungsu menyusu sampai umur 3 tahunan dan ini yang antara lain membuat saya merasa tidak bergairah ML, kecuali suami yang meminta. Soalnya, saya benar-benar enggak pede dengan bentuk tubuh saya. Pokoknya, kalau bisa menghindar atau menolak, lebih baik enggak usah sekalian deh. Konyolnya, memasuki usia 3 tahun, kalau menyusu si bungsu bener-bener enggak bisa diem. Hobi sekali dia tarik-tarik payudara. Makanya saya merasa enggak seksi. Bentuk payudara saya jadi enggak keruan dan bikin saya enggak pede. Itulah mengapa saya jadi malas ML."

Tapi suami pun sepertinya punya masalah karena harus berhati-hati kalau tidak mau ASI ibu menetes. Gangguan ini boleh dibilang ringan, tetapi mungkin bakal memengaruhi kenyamanan selagi berintim-intim. Apalagi, pada saat orgasme tubuh perempuan aktif memproduksi hormon oksitosin yang berperan dalam produksi ASI. Bagaimana mengatasinya? Berikut komentar beberapa pasangan yang dihimpun reporter nakita, Utami Sri Rahayu.

SIASATI WAKTU

Ono (28), ayah 1 anak

"Buat kami, masa istri menyusui justru terasa lebih seru karena kami harus bersiasat. Kebetulan jam kerja saya di stasiun teve tidak beraturan. Kami sering curi-curi waktu untuk ML di waktu siang atau pagi, terutama sehabis menyusui sehingga ASI enggak ikut keluar. Sedangkan kalau malam biasanya payudara istri sedang penuh karena si bayi tertidur lelap. Tanpa sengaja pernah juga lo saya minum ASI saat ML. Wah... saya sempat merasa bersalah. Itu kan punya anak, tapi ya gimana wong tidak sengaja kok."

CARI GAYA BARU

Dedy S. (34), ayah 1 anak

"Yah pastilah ada pengaruhnya. Kadang ya jadi gak nafsu karena istri kelihatan malas atau gak semangat. Kalau disentuh atau didekati, reaksinya jelas enggak seheboh seperti biasanya. Mungkin karena payudaranya lagi padet dan penuh atau memang lagi repot sama si kecil.

Begitu juga waktu ML. ASI sering ngucur, mungkin karena sedang terangsang. Makanya kami cari gaya lain yang enggak mengikutsertakan payudara untuk kegiatan yang satu ini. Sisi positifnya, kami berdua jadi lebih kreatif mengeksplorasi bagian tubuh masing-masing. Apalagi di bulan-bulan awal menyusui, bekas jahitan melahirkan katanya masih terasa sakit saat penetrasi dan traumanya membekas sampai 3­4 bulan. Untuk mengatasinya, kami jadi rajin cari informasi tentang alternatif gaya. Ternyata gaya temuan kami paling cihuy dan terpakai terus sampai sekarang."

TIDAK MENUNTUT JATAH

Dian (34), ibu 2 anak

"Suamiku sangat mensyukuri kehadiran bayi laki-laki kami. Makanya dia sama sekali tidak menjadikan masa menyusui sebagai sesuatu yang merepotkan atau membebani. Justru dia lo yang biasanya ikutan repot mempersiapkan segala keperluan menyusui. Termasuk memerhatikan makanan yang aku konsumsi, jadwal menyusui si kecil, dan sebagainya. Pokoknya, jadi tambah care deh! Mungkin saking perhatiannya, suami juga enggak terlalu menuntut jatah. Dia juga enggak pernah mengeluh meskipun kami jadi lebih jarang berintim-intim karena saya lelah mengurus si kecil. Pernah lo ada pengalaman lucu. Gara-gara payudara sedang padat sewaktu kami berintim-intim, ASI-ku sempat terminum. Dia sempat bilang, 'Enak juga. Manis.' Kami pun jadi tertawa bareng."

TAK MELEPAS BRA

Mita (31), ibu 1 anak

"Saya masih tetap menyusui si kecil meski dia sudah berumur setahun. Memang sih produksinya tidak berlimpah seperti masa awal menyusui sehingga tidak terlalu menimbulkan masalah sewaktu saya berhubungan dengan suami. Selama 6 bulan pertama kami wajib pakai taktik. Saya dan suami berusaha tidak main atas alias wilayah payudara. Jadi, cukup main wilayah bawah saja. Apalagi alasannya kalau bukan takut ASI mengucur deras. Seringnya sih, sebagai pengaman saya tetap mengenakan bra supaya ASI tidak ikutan ngucur deras saat saya terangsang."

AMATI KEGIATAN

Reza (39), ayah 2 anak

"Di mata saya, tubuh istri justru tambah seksi sewaktu dia sedang menyusui. Payudaranya lebih berisi dan pemandangan ini benar-benar mengundang saya untuk menjalin kemesraan. Enggak heran kalau frekuensi kami melakukan hubungan suami istri jadi lebih sering. Tapi saya harus sedikit mengerem karena istri kelihatan terlalu lelah dan jadinya enggak semangat. Makanya saya harus pinter-pinter cari waktu untuk bermesraan. Menurut saya sih, ML bisa mejadi salah satu alternatif relaksasi buat istri. Biasanya saya akan mengamati apa kegiatan istri seharian. Mood-nya lagi oke atau enggak. Nah, kalau semuanya dalam suasana menyenangkan, saya pasti akan segera melakukan serangan."

Senin, 23 Juni 2008

Cemburu Bikin Gairah Berkobar?

GAIRAH seks tak ubahnya bagaikan sebuah jalan di pegunungan. Kadang naik, kadang turun. Di saat turun, beberapa trik perlu dilakukan untuk "mendongkrak" gairah. Bisakah membuat pasangan cemburu dijadikan salah satu alternatifnya?

Yeni, sebut saja namanya begitu, kadang tak tahan untuk bercerita tentang Rio, teman sekantor yang pernah menaruh hati padanya, kepada sang suami. Ia tahu api cemburu akan langsung membakar hati suaminya. Namun hebatnya, saat cemburu seperti itu, gairah seksual pria pilihan hatinya ini juga ikut berkobar.

Kalau sudah begitu, di balik perasaan bersalahnya kadang-kadang Yeni tak bisa menahan senyum "kemenangan". Dalam hatinya, bahkan pernah timbul niat mengipas-ngipas bara cemburu suaminya agar hubungan intim mereka jadi tambah seru.

Tak Bisa Digeneralisasi

"Secara psikologis memang bisa saja gairah seksual makin terlecut akibat cemburu," kata A. Kasandra Oemarjoedi, Psi., Direktur dari Psychological Practice Kasandra Persona Prawacana. Kobaran gairah itu secara tidak sadar didorong oleh perasaan takut kehilangan, perasaan bersaing, imajinasi liar, tidak mau kalah, dan sebagainya.

Yang menarik, hampir bisa dipastikan bahwa timbulnya gairah hebat ini justru karena cinta. "Walaupun tidak mutlak, semakin besar cintanya pada pasangan, maka semakin besar pula rasa cemburunya," ungkap Kasandra. Hal ini biasanya terjadi pada suami atau istri yang memiliki perasaan cinta terlampau besar terhadap pasangannya.
Akan tetapi, kondisi ini tentu berbeda pada tiap pasangan, jadi tidak bisa digeneralisasi. Ada pasangan yang bila cemburu karena suatu hal kemudian melampiaskannya dalam bentuk permainan ranjang yang panas. Namun, ada juga pasangan yang justru karena cemburu malah enggan "menyentuh" pasangannya. "Di sinilah dibutuhkan kejelian mengamati efek cemburu itu sendiri," tambahnya.

Untuk suami atau istri yang sudah bisa memastikan bahwa rasa cemburu dapat meningkatkan gairah pasangannya, boleh saja menggunakan "senjata" ini pada momen-momen tertentu. "Kalau memang cemburu menjadi turn on factor dalam hubungan mereka, bolehlah sekali-sekali digunakan. Asal jangan keseringan, lo," katanya mengingatkan. Karena kalau sudah terlalu sering, bisa-bisa sensasi dari rasa cemburu itu akhirnya malah menguap entah ke mana. Sebaliknya, jika cemburu ternyata merupakan turn off factor, tentu saja jangan sekali-kali cari gara-gara. Bisa-bisa pasangan malah kehilangan gairah alias jadi dingin.

Selain memberi manfaat bila terampil mengolah perasaan cemburu, yang juga patut dijadikan pertimbangan adalah bahaya yang mungkin ditimbulkan. Salah satunya adalah kecemburuan yang tidak terkendali. "Ini bisa berakibat fatal karena bukan tidak mungkin cemburu yang biasanya mengobarkan gairah kali ini jadi malah tak terkendali. Akibatnya, pasangan jadi marah dan berhari-hari menolak berhubungan. Repot, kan?"

Pengasuh rubrik Tanya Jawab Problema Rumah Tangga nakita ini juga mengingatkan bahwa fantasi seksual pada dasarnya merupakan skill. Artinya, dibutuhkan keahlian khusus untuk mengembangkan fantasi, kedekatan, sekaligus membangun suasana romantis supaya hubungan seksual jadi lebih mantap.

Bukankah hal ini bermanfaat guna menumbuhkan cinta sekaligus terapi mujarab untuk meningkatkan gairah seksual?

Peningkatan Hormon

Senada dengan Kasandra, seksolog dari RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta, Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, M.Kes (MMR), mengatakan "Ada dua kemungkinan yang bisa diakibatkan dari rasa cemburu, yaitu gairah seksual meningkat atau justru drop."

Menurutnya, pada dasarnya cemburu adalah luapan emosi yang berlebihan. Secara medis peningkatan emosi itu dapat dikaitkan dengan peningkatan hormon. "Kalau hormon meningkat maka otomatis gairah juga akan meningkat," tandasnya. Luapan emosi ini tidak hanya disebabkan oleh rasa cemburu, tapi bisa juga disebabkan rasa sedih yang berlebihan, rasa marah yang berlebihan, dan sebagainya.

"Di sinilah dibutuhkan kemampuan untuk mengolah emosi yang berlebihan tadi supaya bisa menjadi energi positif," ungkapnya. Menurut Ferryal, gairah seksual yang meluap akibat rasa cemburu itu bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun seksolog ini juga mengingatkan bahwa luapan emosi bisa berdampak negatif. "Saking emosinya, bisa-bisa gairah justru drop. Bahkan bisa-bisa pasangannya tidak 'dicolek' berhari-hari. Dampak semacam ini yang harus dihindari."
Bagaimana luapan emosi akan mengarah menjadi energi positif atau negatif tentu tak bisa lepas dari pola pikir seseorang. "Kalau orang tersebut bisa berpikir positif, maka cemburu justru bisa meningkatkan gairah. Sebaliknya, kalau pikirannya cenderung buruk melulu, tentu saja akan menurunkan gairah," lanjut Ferryal.

Keterampilan mengolah luapan emosi supaya menjadi energi positif akan semakin meningkat seiring dengan bertambah dewasanya seseorang. "Bandingkan dengan pasangan-pasangan muda yang biasanya kalau sudah emosi jadi lupa segala-galanya. Akibatnya, jangankan gairah seksualnya berkobar, hasrat untuk bercinta pun akan menguap."

Jangan Dijadikan Alasan

Sekali, dua kali, bisa jadi ranjang terasa kian membara akibat kobaran api cemburu. Namun Ferryal mengingatkan, "Jangan mencari gara-gara supaya pasangan cemburu sekadar untuk meningkatkan gairah," pesannya. Mengapa? "Bagaimanapun, peningkatan emosi yang disengaja itu tidak baik," jawabnya.

Kalau memang kedua belah pihak merasa gairah seksualnya makin berkobar saat muncul dorongan emosi, sebaiknya cari cara yang sehat untuk melakukannya. "Cari sensasi baru dengan mencoba posisi hubungan seks yang tidak biasa, atau membangun suasana yang lain dari biasa," sarannya. Intinya, dorongan emosi itu harus diperlakukan secara sehat pula.

"Kalau sesekali hubungan seksual terasa lebih bergelora akibat dorongan rasa cemburu, anggap saja sebagai bonus. Jangan selalu membayangkan hubungan seksual itu harus seperti Michael Douglas dan Sharon Stone dalam film Basic Insting. Sebab percayalah, hubungan seks yang dilakukan atas dasar cinta dan melibatkan hati pasti akan terasa lebih nikmat."

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More